Feb 2026
17

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Dari Orasi ke Aksi, Polda Riau Tegaskan Komitmen Hijau Lewat Green Policing 2026
potensa | Senin, 16 Februari 2026 | 07:07:08 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU – Polda Riau menuntaskan rangkaian Ekshibisi Lomba Orasi Green Policing 2026 dengan menggelar agenda puncak di Mal SKA Pekanbaru, Minggu malam (15/2/2026). 

Mengusung tema “Aksi Pemuda untuk Lingkungan Bersih, Aman, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana edukasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan gagasan kritis serta solusi inovatif atas persoalan lingkungan hidup.

Kompetisi dibuka pada 14 Januari 2026 dan ditutup 3 Februari 2026. Tahap penilaian berlangsung pada 3 hingga 6 Februari 2026. Sebanyak 102 peserta dari 11 provinsi ambil bagian dalam ajang ini, terdiri atas pelajar SMA dan mahasiswa.

Baca :

Ajang tersebut tidak sekadar lomba adu retorika, melainkan wadah pembentukan kesadaran ekologis generasi muda melalui kekuatan narasi dan argumentasi.

Pemenang Kategori Pelajar Riau adalah Juara I: Andhini Nirmala Putri dari SMAN 2 Tebing Tinggi,  Juara II: Bayu Saputra dari SMAN 1 Pangkalan Kuras, Juara III: Faeyza Putra Yelfindra dari SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Hafid Maulidin dari SMAN 2 Rambah Hilir, Muhammad Rafhi dari SMAN 10 Pekanbaru.

Kategori Pelajar Luar Riau adalah Juara I: Afghan Thoriq Muhammad Dilla Hamdan dari MAN 22 Jakarta, Juara II: Dahliatus Salsabillah dari MAN 7 Jombang, Juara III: Juliando Samloy dari SMAS Kristen Dian Halmahera, Mardiana dari SMAN 1 Merangin dan Viola Aurora dari SMAN 1 Aceh Barat Daya.

Kategori Mahasiswa adalah Juara I: Edi Sahputra dari Universitas Terbuka, Juara II: M. Alwi Zikri dari Universitas Riau, Juara III: Meysah Ibrahim Nasution dari Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Nadia Gayatri dari Institut Agama Islam Lukman Edy Pekanbaru, Zikra Tiara Bintang dari Universitas Islam Riau.

Sementara, Juara Favorit diraih oleh pelajar Riau: Shaina Syaftari Putri dari SMAN 1 Sabak Auh, 

Pelajar luar Riau: Mardiana dari SMAN 1 Merangin dan mahasiswa: M. Alwi Zikri dari Universitas Riau.

Kapolda Riau, Herry Heryawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemenang. Ia berharap gagasan yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi gerakan nyata yang dimulai dari generasi muda sebagai agen perubahan menuju Riau yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hari ini kita diberikan akal sehat untuk menyampaikan ide dan gagasan melalui narasi yang mendorong kita terus berpikir dan memberikan solusi bagi hubungan manusia dan lingkungan, dengan cara yang sederhana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kesederhanaan itu dapat dimulai dari konsistensi menyuarakan kepedulian terhadap alam serta membangun kebiasaan berbuat baik secara berkelanjutan.

Menurutnya, program Green Policing lahir dari kegelisahan atas kondisi lingkungan di Provinsi Riau. 

Berdasarkan hasil survei, dalam kurun 10 tahun terakhir luas hutan di Riau menyusut drastis dari 5,7 juta hektare menjadi 1,7 juta hektare atau mengalami degradasi sekitar 75 persen. Penyebab utamanya adalah kebakaran hutan dan deforestasi.

Sejak menjabat pada 2025, Irjen Herry langsung menggagas kolaborasi dengan pemangku kepentingan, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), serta civitas akademika guna memetakan persoalan lingkungan secara komprehensif.

Ia menilai, selama hampir dua dekade persoalan kebakaran hutan lebih banyak ditangani pada tahap hilir, yakni pemadaman. Padahal, pendekatan hulu melalui pencegahan dan pelestarian jauh lebih menentukan keberlanjutan ekosistem.

“Belum banyak yang berbicara menjaga alam dan hutan secara sistematis. Kita harus bergerak dari hulu, melakukan penanaman pohon dan menjaga kelestarian. Jika itu dilakukan 20 tahun lalu, pohon yang ditanam sudah memberi kontribusi besar hari ini,” katanya.

Ia menegaskan, Green Policing bukan semata tugas kepolisian. “Policing dalam arti menjaga dan menertibkan bisa dilakukan siapa saja, termasuk para pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.

Pendekatan ini, lanjutnya, merupakan wujud pemolisian kontemporer yang berorientasi pada perubahan paradigma, dari antroposentrisme menuju ekosentrisme—menempatkan manusia sebagai bagian dari ekosistem, bukan pusatnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hutan merupakan ruang hidup berbagai satwa, seperti gajah dan harimau, yang keberadaannya harus dijaga bersama.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan bahwa partisipasi peserta dari 11 provinsi menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.

“Jumlah peserta yang mengikuti ekshibisi lomba orasi Green Policing 2026 sebanyak 102 orang, terdiri atas mahasiswa dan pelajar SMA dari 11 provinsi,” pungkasnya.*

Terbaru
华 闻
Jelang Imlek, Warga Tionghoa Mulai Bersihkan...
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:55:56 WIB
Artikel Popular
3
5
politik
Mensesneg Pastikan Tidak Ada Reshuffle Jelang...
Selasa, 10 Februari 2026 | 20:27:33 WIB
DPR RI Apresiasi Inovasi Green Policing Polda...
Senin, 26 Januari 2026 | 22:39:16 WIB
DPR akan Perhatikan Partisipasi Publik Soal RUU...
Rabu, 21 Januari 2026 | 20:18:16 WIB
hukum
KPK Periksa Plt Gubri, Sekda Riau dan Bupati...
Kamis, 12 Februari 2026 | 09:04:57 WIB