|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Menyemarakkan syiar 1 Muharram 1448 Hijriah, betepatan dengan 15 Juni 2026 Ketua LDK Muhammadiyah Riau, Dr. Santoso, S.S., M.Si., turun langsung menjadi Dalang dalam pertunjukan Pentas Wayang Dakwah yang berkolaborasi dengan Grup Karawitan Ridho Laras Budoyo Pekanbaru.
Kegiatan syiar budaya yang berpusat di Pekanbaru ini menjadi magnet bagi warga persyarikatan dan masyarakat umum. Pendekatan dakwah kultural ini sengaja dipilih untuk menyebarkan pesan-pesan universal Islam melalui media seni tradisional yang komunikatif dan inklusif.
Acara yang sarat akan nilai tuntunan ini mendapat kehormatan dengan kehadiran langsung Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho. Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas pagelaran wayang dakwah oleh Kridho Laras Bodoyo dengan mrnghadirkan dalang Dr. Santoso., S. S., M. Si. Pagelaran ini bernuansa budaya lokal tapi syarat dengan kreatifitas. Keunikan pagelaran ini adalah menyampaikan pesan keagamaan lewat seni keluhuran budaya.
"Pemerintah Kota Pekanbaru sangat mendukung penuh kegiatan seperti ini. Ini adalah tontonan sekaligus tuntunan yang sangat positif bagi warga Pekanbaru dalam memasuki tahun baru 1448 Hijriah," ujar Walikota Agung Nugroho.
Aksi Dr. Santoso di atas panggung memainkan tokoh-tokoh wayang menjadi daya tarik utama sepanjang acara. Kemampuannya memadukan keahlian akademis, kepemimpinan dakwah, dan seni mendalang membuat pesan-pesan hijrah tersampaikan dengan cara yang segar dan penuh humor namun tetap sarat ilmu.
Di sela-sela pementasannya, Dr. Santoso menyampaikan bahwa Wayang Dakwah merupakan salah satu manifestasi dari dakwah berkemajuan yang adaptif terhadap kearifan lokal.
"Dr. Santoso memandang kebudayaan bukan sebagai musuh, melainkan sebagai wasilah atau sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia. Melalui lakon yang kita mainkan malam ini, kita menyisipkan pesan hijrah—yaitu semangat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru," ungkap Dr. Santoso.
Kemeriahan pentas ini dikawal apik oleh Grup Karawitan Ridho Laras Budoyo Pekanbaru. Kelompok seniman lokal ini mengiringi setiap babak cerita yang dimainkan oleh Dr. Santoso dengan alunan gamelan dan gending yang ritmis. Kombinasi antara kepiawaian Dr. Santoso sebagai dalang dan harmonisasi musik karawitan berhasil menghidupkan suasana malam refleksi tahun baru tersebut.
Langkah kultural ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran Forkopimda yang hadir, karena dinilai mampu menjaga eksistensi seni tradisional sekaligus menjadikannya media edukasi moral yang sehat bagi generasi muda di Kota Pekanbaru.*