Jul 2026
10

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Anak 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan
pelalawan | Jumat, 10 Juli 2026 | 20:19:18 WIB
Editor : Mg2 | Penulis : kompas.com
ilustrasi

PEKANBARU – Seorang anak perempuan bernama Jerlin Zalukhu (12) meninggal dunia setelah diterkam harimau sumatera di kawasan kebun di Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, korban sedang berada di belakang pondok tempat tinggalnya, tepatnya di area kamar mandi, sambil menemani kakaknya mencuci peralatan makan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, menjelaskan bahwa saat kejadian korban berada di luar kamar mandi, sementara pagar bagian belakang pondok dalam kondisi terbuka karena rusak.

“Korban berada di luar kamar mandi dan pagar belakang pondok dalam kondisi terbuka akibat kerusakan,” ujar Supartono.

Baca :

Setelah kejadian, keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian. Korban kemudian ditemukan sekitar 10 meter dari pondok dengan luka serius di bagian leher. Korban sempat dilarikan ke puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong.

Supartono menyebutkan lokasi kejadian berada tidak jauh dari kawasan hutan, yakni sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi tersebut berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.

Menindaklanjuti kejadian itu, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim ke lokasi untuk menangani konflik satwa liar.

“Petugas telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan identifikasi keberadaan harimau di sekitar area kejadian,” katanya.

Dari hasil penelusuran, tim menemukan jejak harimau dengan ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter. Jarak langkah antara kaki depan dan belakang diperkirakan mencapai 120 sentimeter.

Selain itu, petugas juga memasang kamera jebak (camera trap) untuk memantau pergerakan satwa. Hingga sore hari, laporan kemunculan harimau di sekitar lokasi masih terus diterima.

Tim gabungan turut melakukan patroli malam menggunakan drone thermal guna memastikan posisi satwa sekaligus menjaga keselamatan warga.

“Dari hasil pemantauan drone thermal, harimau masih terdeteksi berada di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Supartono.

Berdasarkan analisis sementara, keberadaan harimau di area tersebut diduga dipicu oleh keberadaan hewan ternak milik warga.

BBKSDA Riau menyatakan akan terus melakukan pemantauan. Jika satwa masih berada di sekitar lokasi, langkah lanjutan berupa pemasangan kandang perangkap akan dilakukan untuk proses evakuasi.

Sementara itu, keluarga korban yang tinggal di kawasan kebun telah dievakuasi demi menghindari kejadian serupa. *

Terbaru
华 闻
HPT Rohil Rayakan HUT ke-22 dan Lantik...
Minggu, 5 Juli 2026 | 14:40:09 WIB
Enam Tatung Meriahkan HUT Dewa Oho Thua Jiong...
Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:52:46 WIB
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
Artikel Popular
1
2
politik
Legislator Dorong Meranti Masuk RUU Daerah...
Kamis, 9 Juli 2026 | 20:30:06 WIB
hukum
Nasional