|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dilaporkan terus meluas hingga mencapai sekitar 80 hektare pada pertengahan Juli 2026.
Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menyebutkan, titik kebakaran berada di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, dengan kondisi lapangan yang cukup berat.
Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di wilayah perbatasan sehingga membutuhkan koordinasi lintas daerah.
“Untuk operasi pemadaman di Pematang Pudu, Mandau, Bengkalis, estimasi luasan mencapai sekitar 80 hektare per hari ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini api masih aktif di sejumlah titik dengan kondisi asap tebal yang menyelimuti lokasi.
“Lokasinya berbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya berupa pakisan dan semak, bahan bakaran melimpah sehingga api masih aktif,” jelasnya.
Karakteristik lahan yang kering serta dominasi vegetasi semak menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api di kawasan tersebut.
Dalam upaya pemadaman, tim gabungan telah diterjunkan sejak Rabu (15/7/2026), melibatkan tiga regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Siak, Dumai, dan Pekanbaru.
Selain itu, dukungan udara juga dilakukan dengan mengerahkan tiga unit helikopter waterbombing untuk menyiram titik-titik api dari atas.
Meski demikian, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau menjadi kendala utama di lapangan. Tim bahkan harus menggunakan sampan untuk mencapai titik api, sehingga memperlambat mobilisasi personel dan peralatan.
Di sisi lain, penanganan karhutla juga masih berlangsung di sejumlah wilayah lain di Riau. Di Kabupaten Rokan Hilir, kebakaran terjadi di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, dengan luas sekitar 10 hektare dan telah ditangani selama empat hari.
Sementara itu, titik api juga terdeteksi di wilayah Sontang, Kabupaten Rokan Hulu. Namun hingga kini tim masih berupaya mencari akses menuju lokasi tersebut.
“Satu regu Manggala Agni Daops Pekanbaru sudah siaga di pondok kerja untuk mencari akses tersebut,” tutup Ferdian.*