|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Riau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan data BMKG hingga Sabtu (18/7/2026) pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau tercatat sebanyak 43 titik.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G., mengatakan hujan sebenarnya telah terjadi sejak pagi di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan citra radar cuaca, hujan ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi masih dapat terjadi di beberapa daerah.
“Masyarakat perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru pada sore hingga malam hari,” jelasnya.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada siang hari di Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir. Sementara pada sore hingga malam, hujan diprediksi meluas ke hampir seluruh wilayah Riau.
Untuk dini hari, kondisi cuaca diperkirakan didominasi udara kabur hingga berawan.
Suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Di wilayah perairan, tinggi gelombang diperkirakan 0,5 hingga 1,25 meter atau masih dalam kategori rendah, sehingga aktivitas pelayaran relatif aman.
Selain kondisi cuaca, BMKG juga mencatat peningkatan jumlah hotspot di Pulau Sumatera yang mencapai 326 titik. Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang 43 titik, dengan sebaran terbanyak di Kabupaten Bengkalis sebanyak 23 titik.
BMKG mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.