|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menyebut kondisi pasar kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari perubahan permintaan pasar global hingga meningkatnya pasokan seiring masuknya musim panen.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi SHut MT, mengatakan bahwa kondisi pasar kelapa tidak hanya dipengaruhi situasi di daerah, tetapi juga perkembangan perdagangan produk kelapa beserta turunannya di pasar internasional.
"Pergerakan pasar dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya dinamika permintaan global terhadap produk kelapa dan turunannya. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas perdagangan di dalam negeri," ujarnya.
Di sisi lain, produksi kelapa dari perkebunan milik masyarakat mengalami peningkatan karena saat ini memasuki musim panen. Bertambahnya hasil produksi tersebut dinilai sebagai dampak dari kondisi perkebunan yang semakin baik serta dukungan cuaca yang mendukung.
Menurut Supriyadi, membaiknya infrastruktur perkebunan dan kondisi lingkungan yang relatif stabil turut memberikan pengaruh terhadap peningkatan produktivitas tanaman kelapa.
"Saat ini memasuki musim panen dengan hasil produksi yang cukup baik. Kondisi tersebut didukung oleh infrastruktur perkebunan yang semakin membaik serta cuaca yang masih mendukung aktivitas budidaya," katanya.
Pemerintah Provinsi Riau juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan pasar sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis guna mendukung keberlanjutan sektor perkelapaan.
Dalam upaya jangka panjang, Pemprov Riau mendorong penguatan hilirisasi industri kelapa serta penyusunan kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing komoditas tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri perkelapaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha di masa mendatang. *