|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan jajaran Polda Riau. Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Berdedikasi.
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas dedikasinya mengimplementasikan program Green Policing, sebuah pendekatan kepolisian yang mengintegrasikan pemeliharaan keamanan dengan pelestarian lingkungan hidup.
Penghargaan diserahkan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Penghargaan ini menjadi puncak dari proses seleksi panjang yang berlangsung sejak awal 2026.
Acara tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, sejumlah menteri, pimpinan lembaga negara, serta disiarkan secara langsung oleh detikcom.
Nama Kombes Eko diumumkan sebagai penerima penghargaan kategori Polisi Berdedikasi oleh anggota Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026, Dr. Mas Achmad Santosa. Trofi penghargaan diserahkan langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Penilaian dilakukan oleh Dewan Pakar yang terdiri dari Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Qotrunnada Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Achmad Santosa, anggota Kompolnas Gufron Mabruri, serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Kombes Eko dikenal sebagai pelaksana utama program Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran ekologis masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurut Kombes Eko, Green Policing bertujuan mengembalikan kelestarian lingkungan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.
"Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi melalui kebersamaan masyarakat untuk menjaganya. Masyarakat harus diperkenalkan, diajak bersama pemerintah sehingga mereka benar-benar menjadi agen perubahan bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Ia mengakui implementasi program tersebut tidak mudah pada tahap awal. Namun, melalui pendekatan persuasif dan kolaboratif, Polda Riau berhasil menggerakkan berbagai unsur, mulai dari personel kepolisian, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Menurutnya, Green Policing bukan sekadar gerakan menanam pohon, tetapi juga menyentuh aspek penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan seperti pembalakan liar dan pembakaran hutan maupun lahan.
"Green Policing tidak hanya menanam dan meningkatkan kesadaran ekologis, tetapi juga menyelesaikan persoalan tindak pidana lingkungan. Semua unsur kami gerakkan, mulai dari Ditkrimsus, Polres hingga penyidik untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan," jelasnya.
Sebagai Dirbinmas Polda Riau, Kombes Eko mengintegrasikan Green Policing dengan program Jelajah Riau untuk Rakyat (JALUR). Melalui program tersebut, pihaknya rutin melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, mengajak masyarakat melakukan penghijauan, sekaligus mendata jumlah pohon yang ditanam dan sekolah yang telah mendapat edukasi lingkungan.
Ia menilai gerakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu indikatornya adalah menurunnya dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau.
"Tahun 2016 saat saya bertugas di Sumatera Barat, asap dari Riau sampai ke Padang bahkan Agam. Tahun 2025 saya tidak menemukan Pekanbaru tercemar seperti dulu. Itu saja sudah menjadi capaian yang sangat baik," ungkapnya.
Penghargaan Hoegeng Awards 2026 menjadi pengakuan atas dedikasi Kombes Eko Budhi dalam menghadirkan konsep kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup melalui program Green Policing di Riau.*