|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI – Puluhan siswa dan seorang guru dari SDN 013 dan SDN 015 Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).
Para siswa mengeluhkan sejumlah gejala, seperti sakit perut, mual dan pusing. Mereka kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Suhatman Kota Dumai untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data penanganan RSUD dr. Suhatman, sebanyak 40 orang mendapat perawatan, terdiri atas 39 siswa dan satu orang guru. Para siswa tersebut berasal dari SDN 013 sebanyak 36 orang dan SDN 015 sebanyak tiga orang.
Direktur RSUD dr. Suhatman, Eka Viora Effendi, mengatakan sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel darah. Sementara satu siswa masih menjalani observasi karena mengalami demam.
“Para siswa mengeluhkan sejumlah gejala, di antaranya sakit perut, mual dan pusing. Semua sudah pulang kecuali satu yang masih observasi,” terang dr. Eka.
Dalam penanganan medis, sejumlah siswa sempat dipasang infus. Petugas medis juga mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun menu MBG yang dikonsumsi para siswa terdiri atas bakso, nasi putih, sayur wortel dan kol, tempe serta buah jeruk. Makanan tersebut disebut berasal dari Dapur/SPPG Gajah Mada Kota Dumai.
Hingga kini, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan. Dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium untuk mengetahui penyebabnya.
Di tengah kejadian tersebut, kesigapan tim PSC 119 Kota Dumai, tenaga medis serta para pengemudi ambulans bergerak cepat memberikan pertolongan dan mengevakuasi para siswa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Pihak terkait masih melakukan penelusuran guna memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami para siswa setelah mengonsumsi makanan MBG tersebut.*