|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) untuk terus memperkuat silaturahmi dan komunikasi lintas generasi. Pengalaman serta rekam jejak para purna tugas aparatur sipil negara (ASN) dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Riau.
Dorongan disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rachmat, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI yang digelar di Kota Pekanbaru, Rabu (12/8/2026).
Boby menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan pengabdian para anggota PWRI yang telah ikut meletakkan fondasi pemerintahan dan pembangunan daerah.
"Perjalanan 64 tahun PWRI menjadi bukti nyata dedikasi para pensiunan dalam meletakkan fondasi pemerintahan. Pengalaman panjang tersebut merupakan warisan berharga yang patut dilanjutkan oleh para ASN aktif," kata Boby.
Ia juga mengajak seluruh peserta kegiatan untuk mendoakan para anggota PWRI yang telah meninggal dunia. Menurutnya, jasa dan pengabdian para purna tugas tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Boby menegaskan, peringatan HUT PWRI hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara organisasi, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Momentum syukuran HUT PWRI tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial belaka. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan komunikasi antara organisasi, pemerintah daerah, dan masyarakat," ujarnya.
Menurut Boby, komunikasi lintas generasi memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai pengabdian kepada negara. Pengalaman praktis yang dimiliki para Wredatama dinilai dapat menjadi pembelajaran bagi ASN yang saat ini menjalankan tugas pemerintahan.
Ia mengatakan, para aparatur yang kini memegang amanah pemerintahan terbuka untuk menerima masukan dan arahan dari para senior. Pengalaman tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menghadapi berbagai persoalan serta menentukan kebijakan publik.
Pemprov Riau, lanjut Boby, juga melihat PWRI sebagai organisasi yang memiliki nilai strategis karena menghimpun para mantan aparatur dan pejabat yang memahami dinamika birokrasi.
"Guna mengoptimalkan peran tersebut, Pemprov Riau membuka ruang dialog dan kolaborasi seluas-luasnya bagi jajaran pengurus PWRI. Pemprov siap menampung aspirasi, saran maupun kritik demi perbaikan tata kelola pemerintahan," katanya.
Boby menilai kritik dan nasihat yang disampaikan para senior secara jujur merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah. Tunjuk ajar dari para purna tugas juga dinilai dapat menjadi panduan moral bagi generasi yang kini menjalankan roda pemerintahan.
Dalam kesempatan tersebut, Boby menyampaikan ucapan selamat HUT ke-64 PWRI mewakili jajaran Pemprov Riau. Ia berharap PWRI terus menjadi organisasi yang solid, berdaya guna, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah.
"Saya berharap PWRI Riau tetap konsisten menjadi kekuatan penyejuk dan pembimbing bagi generasi penerus. Pemprov Riau berkomitmen menjaga hubungan kerja sama yang harmonis bersama PWRI di masa mendatang," tandasnya.
Dengan pengalaman panjang yang dimiliki para anggotanya, PWRI diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi para purna tugas, tetapi juga terus berkontribusi melalui gagasan, pengalaman, dan masukan bagi kemajuan Provinsi Riau.*