Sep 2026
13

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
TPID Riau Petakan Komoditas Rawan Lonjakan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru
pekanbaru | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:50:07 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo
ilustrasi

PEKANBARU - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau mulai memetakan sejumlah komoditas pangan yang berpotensi mengalami lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah dilakukan sebagai upaya antisipasi dini untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan inflasi di penghujung tahun.

Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan pemetaan komoditas menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi. Dalam pelaksanaannya, TPID Riau juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga.

"Kami bersama dengan TPID Riau sudah mulai melakukan pemetaan terhadap komoditi yang berpotensi melonjak harganya di saat Natal dan Tahun Baru," ujar Ade di Pekanbaru, Kamis (13/8/2026).

Baca :

Menurutnya, pembahasan mengenai risiko kenaikan harga tersebut juga telah dilakukan dalam rapat bersama BI. Pemetaan diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui komoditas yang paling rentan mengalami tekanan ketika permintaan masyarakat meningkat.

Sejumlah bahan pangan strategis seperti cabai, bawang, daging, dan telur menjadi komoditas yang mendapat perhatian. Komoditas tersebut umumnya mengalami peningkatan permintaan menjelang periode perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dengan pemetaan sejak jauh hari, intervensi terhadap pasar diharapkan dapat dilakukan sebelum kenaikan harga semakin tinggi. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah penguatan ketersediaan stok melalui Toko Pangan yang dikelola PT Riau Pangan Bertuah.

"Kami akan kolaborasi sama BI. Insya Allah BI selalu siap support untuk membantu kita dalam menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun," katanya.

Ade menjelaskan, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga mencakup pertukaran data komoditas strategis dan koordinasi distribusi.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pemantauan perkembangan harga pangan di seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal, pemerintah berharap potensi lonjakan harga selama momentum Nataru dapat ditekan.

Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa memicu tekanan inflasi yang berlebihan.* 

Terbaru
pekanbaru
Diguyur Hujan, Hotspot di Riau Turun Drastis
Minggu, 13 September 2026 | 11:00:00 WIB
sportainment
Madrid Libas Rayo Vallecano, Emil Audero Buat Tujuh Penyelamatan
Minggu, 13 September 2026 | 07:33:32 WIB
potensa
PT Rimba Lazuadi Berikan Pelatihan Dan Bentuk MPA
Sabtu, 12 September 2026 | 20:54:32 WIB
potensa
PT RLZ Salurkan Program CD di Wilayah Operational
Sabtu, 12 September 2026 | 20:50:49 WIB
etalase
XLSMART Perkuat Konektivitas Global Indonesia Melalui CANDLE Cable System
Sabtu, 12 September 2026 | 13:05:55 WIB
siak
Brimob Riau Tangani Karhutla di Dayun Siak, Cegah Api Meluas
Sabtu, 12 September 2026 | 10:18:25 WIB
Artikel Popular
4
politik
Projo Riau Bagikan 7.000 Masker di Jalan Sudirman...
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:27:11 WIB
hukum
65 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan di...
Kamis, 10 September 2026 | 21:53:00 WIB
Nasional
Status Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga Level...
Minggu, 6 September 2026 | 21:12:01 WIB