|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar naik di kawasan busur belakang Flores yang memiliki potensi gempa hingga sekitar M7,8-7,9.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, gempa M7,7 tersebut merupakan gempa akibat aktivitas sesar naik di kawasan busur belakang Flores.
"Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores," ujar Wijayanto saat konferensi pers peringatan dini tsunami dampak gempa bumi M7,7 di NTT, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Wijayanto, kawasan belakang busur Flores memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum sekitar M7,8 hingga M7,9. Dengan kekuatan M7,7, gempa yang terjadi pada Sabtu termasuk salah satu gempa besar yang mendekati potensi maksimum kawasan tersebut.
"Jadi di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8-7,9. Hari ini sudah rilis 7,7," ungkap Wijayanto.
Wijayanto mengatakan, kawasan tersebut juga memiliki sejarah gempa besar. Pada 1992, wilayah tersebut pernah mengalami gempa dengan magnitudo sekitar M 7,5.
"Dari sejarah yang ada, ini pernah terjadi pada 1992, itu magnitudo 7,5. Ini juga sangat luar biasa peristiwanya waktu itu. Jadi ini sudah hampir 30 tahun terjadi lagi," katanya.*