Sep 2026
16

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kualitas Udara Memburuk, Pekanbaru Kembali Liburkan Sekolah
pekanbaru | Selasa, 15 September 2026 | 18:57:24 WIB
Editor : wsl | Penulis : ida
Peserta didik kelas IV SD Negeri 76 Kota Pekanbaru mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, Selasa (15/9). (ist)

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih memberikan dampak negatif bagi dunia pendidikan di Provinsi Riau. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah menyusul kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap karhutla.

Pemko Pekanbaru memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah atau pembelajaran daring bagi peserta didik tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16-18 September 2026.

Kebijakan itu diumumkan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho setelah ia menggelar rapat bersama Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta dokter spesialis paru, ihwal kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Riau, pada Selasa (15/9).

Baca :

Agung menyampaikan bahwa kebijakan PPJ bagi peserta didik diambil dengan mempertimbangkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang mencapai level sangat tidak sehat pada Selasa siang.

"Kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa kondisi hari ini kualitas udara sangat tidak baik. Berdasarkan data BMKG itu 220, dan berdasarkan ISPU 243 pada jam dua siang, dalam kategori yang sangat tidak sehat atau berbahaya," ujar Agung.

Agung mengatakan, diprediksi sampai Jumat (18/9) belum akan ada hujan di Pekanbaru. "Karena itu kami memutuskan mulai Rabu untuk seluruh sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP melaksanakan PPJ selama dua-tiga hari ke depan," ujarnya.

Kebijakan PPJ, menurut Agung, dapat diperpanjang jika kondisi kualitas Udara di Pekanbaru belum juga membaik. 

Ia mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik.

Pemko Pekanbaru juga meminta sekolah menyesuaikan pelaksanaan PJJ agar tidak menambah beban orang tua dan peserta didik. Guru diminta memberikan materi dan tugas secara proporsional selama pembelajaran berlangsung dari rumah.

Di tempat sama, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Warjono mengatakan, BMKG mendeteksi adanya asap di wilayah Pekanbaru. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap jarak pandang yang tercatat kurang dari 1.000 meter.

"Dari BMKG menginformasikan bahwa cuaca hari ini terdeteksi adanya asap. Jarak pandang bahkan kurang dari 1.000," kata Warjono.

Menurut Warjono, BMKG memantau 29 titik panas di Riau yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Namun, asap yang masuk ke Pekanbaru juga dipengaruhi pergerakan asap dari wilayah selatan Sumatera.

Di Provinsi Sumatera Selatan, jumlah titik panas yang terpantau mencapai lebih dari 2.000 titik, sedangkan di Jambi lebih dari 400 titik. Kondisi tersebut berkaitan dengan arah angin dari tenggara dan selatan menuju utara yang membawa asap ke wilayah Riau.

"Jadi asap ini berasal dari selatan karena arah angin dari tenggara, selatan menuju ke utara," jelas Warjono.

Agung meminta masyarakat tidak menambah sumber asap dan tetap waspada selama kualitas udara memburuk. Ia juga mengingatkan kelompok rentan, termasuk balita, anak-anak dan masyarakat dengan penyakit komorbid, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kami juga mengingatkan kepada kelompok rentan, balita, anak-anak, juga yang mempunyai penyakit komorbid untuk tentu hati-hati ya, untuk tidak keluar rumah," ujarnya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan masker, Pemko Pekanbaru mempersilakan warga menghubungi puskesmas terdekat.  "Kesehatan adalah yang nomor satu," kata Agung.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah beberapa kali menerapkan PPJ sejak Agustus lalu akibat kabut asap karhutla. Pada awal pekan ini, Pemko Pekanbaru juga menerapkan pembatasan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan memulangkan peserta didik lebih awal pada pukul 12.00 WIB. 

Selain itu, seluruh peserta didik diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Tak hanya membatasi durasi kegiatan, pihak sekolah juga diminta memastikan seluruh aktivitas peserta didik dilakukan di dalam ruangan.*

Terbaru
dumai
Pertamina Kilang Dumai Dorong UMKM Perluas Akses Pasar Lewat Digitalisasi
Selasa, 15 September 2026 | 20:48:29 WIB
inhu
Pemkab Inhu Tingkatkan Kapasitas Guru dan Pegiat Literasi
Selasa, 15 September 2026 | 20:46:04 WIB
pekanbaru
Harga TBS Sawit Riau Turun, CPO Jadi Pemicu Utama
Selasa, 15 September 2026 | 20:42:47 WIB
etalase
Pertamina Sumbagut Borong 40 Penghargaan ENSIA 2026
Selasa, 15 September 2026 | 20:23:10 WIB
pekanbaru
Kualitas Udara Memburuk, Pekanbaru Kembali Liburkan Sekolah
Selasa, 15 September 2026 | 18:57:24 WIB
etalase
Gapki Riau Support Penuh Disbun Gelar Kegiatan FPKMS Bersama Perusahaan
Selasa, 15 September 2026 | 18:13:44 WIB
etalase
Pertamina Drilling Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Tantangan Operasi Deepwater
Selasa, 15 September 2026 | 15:59:53 WIB
pekanbaru
PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Selasa, 15 September 2026 | 13:50:15 WIB
pekanbaru
Selasa Pagi, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
Selasa, 15 September 2026 | 13:09:24 WIB
Artikel Popular
3
politik
Koalisi Masyarakat Sipil Kunjungi Fraksi NasDem DPRD...
Senin, 14 September 2026 | 20:15:34 WIB
hukum
Nasional
Ini Kejahatan Lingkungan Tahunan...
Jumat, 11 September 2026 | 12:44:00 WIB