|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid memberikan sejumlah penjelasan penting terkait isu-isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat. Penjelasan disampaikannya dalam agenda coffee morning bersama para awak media di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, belum lama ini.
Salah satu isu utama yang dibahas terkait defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau. Wahid menegaskan defisit tersebut bukan berarti kegiatan pembangunan di provinsi terhenti.
"Defisit terjadi karena ada belanja yang belum dibayarkan, dan itu menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," jelas Wahid.
Ia memastikan pemerintah provinsi tetap berkomitmen menjaga kelancaran pembangunan, meskipun menghadapi tantangan fiskal sementara.
Selain APBD, Wahid menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi Riau. Ia menyebut meskipun situasi ekonomi nasional dan global tengah bergejolak, pertumbuhan ekonomi Riau masih terjaga dengan baik.
"Kami terus menjaga ritme pembangunan, terutama dengan fokus pada sektor-sektor produktif," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran sektor riil dan investasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Wahid meluruskan pernyataan sebelumnya terkait Stadion Utama Riau yang sempat menuai polemik. Ia menegaskan pemerintah tidak berniat menjual aset tersebut.
"Tidak ada rencana penjualan. Kami buka adalah peluang kerja sama pengelolaan agar stadion tidak terbengkalai dan bisa dimanfaatkan secara maksimal," tegasnya.
Ia berharap melalui kerja sama tersebut, stadion yang menjadi salah satu ikon olahraga di Riau bisa kembali berfungsi optimal bagi masyarakat.*