|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menjalin hubungan strategis dengan instansi pertahanan maritim. Salah satu langkah nyata ditunjukkan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM, MM yang melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Pangkalan TNI AL (LANAL) Dumai, Jumat (4/7/2025).
Kedatangan Wabup Muzamil bersama rombongan disambut langsung oleh Komandan LANAL Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris di ruang kerjanya. Suasana penuh kehangatan dan semangat kerja sama tampak mewarnai pertemuan tersebut. Turut hadir dalam pertemuan ini sejumlah perwira utama dan pejabat dari LANAL Dumai.
“Terima kasih atas sambutan hangat Pak Danlanal. Sebagai satu-satunya kabupaten kepulauan di Riau daratan, Kepulauan Meranti tentu sangat berkepentingan untuk menjalin sinergitas erat dengan TNI AL. Daerah kami secara geografis dikelilingi laut dan berbatasan langsung dengan negara tetangga,” ucap Wakil Bupati Muzamil dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai tantangan strategis yang dihadapi Kepulauan Meranti, seperti keberadaan pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ yang rawan menjadi jalur penyelundupan narkoba dan barang ilegal. Menurutnya, hal itu perlu penanganan lintas sektor, termasuk peran aktif TNI AL.
"Selain potensi ancaman, letak geografis Meranti juga menyimpan peluang besar di sektor ekonomi, khususnya dalam perdagangan lintas batas. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan dan sinergi dengan LANAL Dumai demi menciptakan rasa aman dan mengembangkan potensi daerah," tambah Muzamil.
Di hadapan Danlanal itu, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin menyampaikan sebuah pernyataan yang menggugah dan mencerminkan jati diri masyarakat pesisir.
“Bagi kami, kalau tanpa laut, kami tidak akan hidup. Laut itu bagian dari kehidupan. Selama ini kami menggantungkan hidup di sana. Air Selat Melaka itu adalah nyawa kami. Bumi Meranti hanya tempat kami tidur,” ujar Muzamil lirih.
Ungkapan itu bukan sekadar kalimat puitis, tapi cermin realitas sehari-hari masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang hidup berdampingan dan bergantung pada laut sejak dari subuh hingga malam tiba.
Laut bagi masyarakat Meranti bukan hanya sumber mata pencaharian, melainkan juga jalur komunikasi, akses logistik, dan bahkan tempat mencari jati diri. Dari laut, mereka mendapatkan ikan, menyeberang ke pulau tetangga, hingga berdagang ke negeri seberang.

Namun realitas itu juga menghadirkan tantangan. Sebagai wilayah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, Kepulauan Meranti harus berhadapan dengan pengawasan ketat, baik dalam hal perdagangan lintas batas, keamanan maritim, hingga peredaran barang ilegal.
Dalam kesempatan tersebut, Muzamil berharap sinergitas dengan Bea Cukai bisa terus ditingkatkan. Bukan untuk membatasi kehidupan masyarakat pesisir, melainkan untuk mengayomi dan menciptakan ekosistem laut yang adil, aman, dan tetap menjadi nadi kehidupan masyarakat.
“Laut bagi kami bukan batas, tapi jembatan. Maka mari kita bangun pemahaman bersama, bagaimana laut ini bisa memberi kehidupan tanpa melanggar hukum,” pungkas Muzamil.
Kata-kata Wakil Bupati Meranti itu menjadi pengingat, bahwa di tengah segala kemajuan dan regulasi, selalu ada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada lautan. Mereka bukan pelanggar hukum, mereka hanya ingin tetap hidup dari apa yang telah diwariskan oleh leluhur mereka sejak ratusan tahun lalu: laut sebagai rumah, sahabat, dan sumber kehidupan.
Menanggapi hal tersebut, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris menyampaikan komitmennya untuk terus menjalin kerjasama yang solid dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa TNI AL siap menjalankan tugas menjaga keamanan laut dan mendukung pembangunan nasional.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan ini. TNI AL dalam hal ini LANAL Dumai siap bersinergi dengan Pemkab Kepulauan Meranti, baik dalam aspek pertahanan, penegakan hukum di laut, maupun upaya menjaga kondusifitas kawasan pesisir,” kata Kolonel Haris.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, pertemuan itu ditutup dengan tur singkat mengelilingi fasilitas Markas Komando LANAL Dumai serta pertukaran cenderamata sebagai simbol keharmonisan dan komitmen kolaborasi jangka panjang.
Adapun rombongan Pemkab Meranti yang turut mendampingi Wabup Muzamil dalam kunjungan tersebut antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Sudandri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tunjiarto, Kepala Dinas Perikanan Ahmad Yani, Kabag Hukum Aznirsyah, serta Kabag Tata Pemerintahan Edi Susanto.
Langkah ini diharapkan menjadi awal yang baik dalam membangun sinergi strategis antara daerah dan institusi pertahanan laut, demi terwujudnya keamanan maritim dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti ke depan.*