|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

KAMPAR - Upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional terus digencarkan Kepolisian Republik Indonesia. Di Provinsi Riau, langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pengelolaan lahan pertanian produktif yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.
Hasil nyata itu ditunjukkan Polda Riau dengan melakukan Panen Raya Serentak Kuartal IV secara simbolis di Desa Pantai Raja, Kecamatan Perhentian Raya, Kabupaten Kampar, Kamis (8/1/2026).
Panen raya dihadiri Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, Sekda Kampar Andi Mardiansyah, Dandim 0313/KPR Letkol Czi. Satryadi Prabowo, dan PJU Polda Riau.
Dari lahan yang dikelola bersama petani dan pemerintah daerah, lebih 100 ton jagung pipil berhasil dipanen, menjadi bukti nyata keterlibatan Polri dalam memperkuat sektor pangan nasional.
“Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, total lahan jagung yang kami kelola mencapai sekitar 36 hektare dengan hasil panen sekitar 100 ton. Ini adalah kontribusi nyata Polri untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Irjen Herry menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Riau bukan kegiatan seremonial, melainkan bagian dari kebijakan strategis pemerintah pusat yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam pengamanan, tetapi juga ikut terlibat langsung mulai dari proses penanaman, pendampingan petani, hingga memastikan hasil panen terserap dengan baik.
"Hasil produksi jagung tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat setempat," kata Irjen Herry.
Ia juga menyoroti keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mampu merealisasikan swasembada pangan dalam waktu singkat.
“Target swasembada pangan yang semula diproyeksikan empat tahun, Alhamdulillah berhasil diwujudkan dalam satu tahun pada 2025. Ini adalah hasil kerja kolektif pemerintah, TNI, Polri, petani, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi lain, Wakapolda Riau Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo mengungkapkan bahwa capaian Polda Riau merupakan bagian dari strategi nasional percepatan swasembada pangan yang saat ini telah menunjukkan hasil signifikan.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025–2026, total luas lahan jagung yang ditanami melalui program Polda Riau dan jajaran mencapai 1.805,26 hektare, dengan total produksi sekitar 526,67 ton.
“Keterlibatan aktif Polri dan TNI dalam ketahanan pangan adalah kontribusi strategis bagi keamanan nasional. Negara tidak akan sepenuhnya berdaulat jika kebutuhan pangannya masih bergantung pada pihak lain,” tegasnya.
Lebih dari sekadar produksi pangan, program ini juga diarahkan untuk menciptakan stabilitas sosial. Ketahanan pangan yang kuat diyakini dapat menekan potensi konflik sosial akibat kelangkaan bahan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Selain itu, lanjut Brigjen Jossy, Polda Riau mengintegrasikan program ketahanan pangan dengan pendekatan green policing, yakni pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan sekaligus menjaga produktivitas jangka panjang.
Dengan capaian tersebut, Polda Riau menargetkan Provinsi Riau dapat berkembang menjadi salah satu sentra produksi jagung di Sumatra, sekaligus menjadi model kolaborasi antara aparat negara, pemerintah daerah, petani, dan masyarakat dalam mendukung kebijakan strategis nasional.*