Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Terpisah dari Induk, Anak Gajah Sumatera 'Yuni' Mati karena Sakit
bengkalis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:14:06 WIB
Editor : Novia | Penulis : Linda

PEKANBARU – Suasana duka menyelimuti peringatan Hari Gajah Sedunia, 12 Agustus. Di hari yang semestinya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa beear ini, kabar menyedihkan datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis.

Seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina bernama Yuni dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak lama.

Yuni ditemukan dalam kondisi lemah dan sendirian di Desa Gunung Mulya, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, pada 10 Maret 2025. Ia masih sangat muda, baru berusia tiga bulan dan telah ditinggalkan oleh induknya.

Baca :

Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera turun tangan, berupaya menyelamatkan hidup Yuni dengan merawatnya secara intensif.

Langkah pertama adalah mencoba mengembalikannya ke induk dan kelompoknya di alam. Namun, upaya itu tidak berhasil. Yuni kemudian dievakuasi ke PLG Minas, Kabupaten Siak, untuk mendapatkan asupan nutrisi dan perawatan yang lebih baik.

Namun, Yuni menolak susu formula yang diberikan. Upaya mempertemukannya dengan indukan lain yang baru melahirkan juga menemui jalan buntu, sang induk gajah enggan menerima Yuni.

Dengan harapan baru, Yuni dipindahkan ke PLG Sebanga, tempat ia akhirnya menghembuskan napas terakhir. Di sana, ia tetap menunjukkan perilaku aktif, meski kesehatannya perlahan menurun.

Ia dirawat oleh satu dokter hewan dan tiga mahout (pawang gajah), dengan perhatian penuh. Tim medis berusaha keras memberikan cairan infus, buah-buahan, elektrolit, dan asupan lainnya demi menyelamatkan nyawanya.

Namun, pada 8 April 2025, kondisi Yuni mulai melemah. Ia kehilangan nafsu makan dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Dua hari kemudian, tepat pada 10 April, kesehatannya memburuk drastis.

Meski telah dilakukan perawatan intensif sepanjang malam, Yuni dinyatakan meninggal dunia pada 11 April 2025 pukul 05.00 WIB. Kabar duka ini baru diumumkan ke publik pada 12 Agustus, bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia. 

Mengapa kematian Yuni baru diungkapkan setelah hampir 4 bulan? Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menegaskan tidak ada unsur penundaan yang disengaja.

 “Kami harus menunggu hasil laboratorium. Ada dua kali tes untuk memastikan penyebab kematiannya,” ujar Supartono, Selasa (12/8/2025).

Ia menjelaskan, tim medis telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai terhadap tubuh Yuni. Hasil awal menunjukkan adanya peradangan pada lambung dan usus. 

Untuk memastikannya, sampel organ dikirim ke laboratorium, termasuk untuk mendeteksi kemungkinan infeksi virus Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV). Hasilnya, negatif.

Namun, pemeriksaan histopatologi yang dilakukan di Institut Pertanian Bogor mengungkap penyebab kematian secara lebih mendalam. Yuni mengalami Pneumonia hemoragik, yang menyebabkan kegagalan pernapasan.

Dia juga menderita Gastroenteritis, yang mengakibatkan dehidrasi, malnutrisi, dan syok akibat kekurangan cairan. Stres berat akibat keterpisahan dari induk dan kelompoknya, jadi penyebab menurunkan sistem imunitas tubuh.

“Kondisi stres pada anak gajah yang kehilangan induk sangat memengaruhi daya tahan tubuhnya. Ini tantangan besar dalam upaya penyelamatan satwa liar,” kata Supartono.

Kematian Yuni menjadi pukulan telak di tengah upaya konservasi Gajah Sumatera, spesies yang kini kian terancam punah. 

Supartono menegaskan,  BBKSDA Riau berkomitmen mereka untuk memperbaiki sistem perawatan, memperkuat monitoring kesehatan, serta memastikan nutrisi anak gajah yang berhasil diselamatkan di masa mendatang.

"Dalam rangka mencegah munculnya kembali kematian anak gajah oleh faktor penyebab tersebut di atas melakukan upaya pencegahan dengan pemeriksaan kesehatan, melakukan pemberian nutrisi dan melakukan perawatan intens," pungkas Supartono.*

Terbaru
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
etalase
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026
Jumat, 9 Januari 2026 | 17:12:03 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum