|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Dr. Adolf Bastian, melakukan audiensi dengan Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid, Senin (15/9/2025) di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Pertemuan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang membawa angin segar bagi tenaga pendidik di Bumi Lancang Kuning.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah kondisi gedung guru PGRI Riau yang selama ini membutuhkan renovasi. Dr. Adolf menyampaikan apresiasinya atas respons cepat Gubernur Abdul Wahid terhadap laporan PGRI terkait infrastruktur tersebut.
"Pak Gubernur langsung memberi perhatian. Bahkan Dinas PUPR sudah melakukan penilaian kebutuhan anggaran untuk perbaikan gedung guru. Ini kabar yang luar biasa bagi kami," ujar Adolf.
Renovasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga memperkuat aktivitas organisasi PGRI serta menjadikan gedung guru sebagai pusat kegiatan yang representatif.
Selain infrastruktur, PGRI juga menyoroti persoalan serius yang kerap meresahkan dunia pendidikan, yakni praktik oknum yang berusaha memengaruhi penempatan jabatan kepala sekolah.
"Kami menyampaikan langsung persoalan ini, dan bersyukur Pak Gubernur sangat tegas dalam mendukung guru serta menolak segala bentuk intervensi yang tidak sehat," jelas Adolf.
Ia juga mengingatkan guru dan kepala sekolah agar tetap fokus meningkatkan kinerja serta profesionalisme dalam mengajar. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kesungguhan tenaga pendidik dalam menjalankan tugas mulia.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan komitmennya untuk menutup ruang bagi praktik percaloan jabatan. "Bagi kepala sekolah di Riau, jangan pernah percaya dengan oknum. Mutasi dan rotasi akan saya lakukan dengan prinsip akuntabilitas yang jelas," tegas Wahid.
Ia menambahkan, jabatan kepala sekolah merupakan amanah besar untuk membina dunia pendidikan. Karena itu, penilaian akan selalu didasarkan pada kinerja dan profesionalitas, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok.*