|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Sebanyak 1.349 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) bakal diwisuda. Wisuda kali ini menjadi catatan tersendiri, mengingat jumlah wisudawan terbanyak sepanjang sejarah berdirinya Umri.
Program Sarjana dan Diploma III ke-29 Umri tersebut digelar selama dua hari, tepatnya Jumat (24/10/25) hingga Sabtu (25/10/25) mendatang.
"Wisuda kali ini, ada 1.349 mahasiswa/i yang bakal dikukuhkan. Mereka berasal dari 8 fakultas dan 26 program studi (prodi), terdiri atas 550 laki-laki dan 799 perempuan. Jumlah ini adalah yang terbanyak sepanjang sejarah Umri, " ujar Ketua Pelaksana sekaligus Direktur Administrasi Akademik Umri, Dr Jupendri, di kampus utama Umri, Jalan Tuanku Tambusai ujung, Selasa (21/10).
Ia menambahkan, berdasarkan sebaran agama, mayoritas para wisudawan beragama Islam, dengan jumlah 1.273 orang dan Non Islam sebanyak 76 orang, dengan perincian yang beragama Buddha 3 orang, Katolik 10 orang, dan Protestan 63 orang.
Dijelaskannya, dalam sidang senat terbuka kali ini, pihaknya tak hanya mengukuhkan lulusan program sarjana serta Diploma III. Namun, ada 13 orang juga dikukuhkan dalam wisuda profesi kebidanan.
Ada delapan fakultas dan 26 prodi yang diwisuda. Terbanyak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas MIPA dan Kesehatan. Sementara yang paling sedikit adalah wisudawan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP.
Rangkaian wisuda sudah dimulai sejak pekan lalu. Dimana Umri menggelar Baitul Arqom Purna Studi dan pembekalan persiapan menghadapi dunia kerja. "Termasuk persiapan mereka agar bisa membuka lapangan pekerjaan," kata Jupendri
Di hari keduapelaksanaan wisuda, terangnya, juga akan diisi orasi ilmiah oleh Prof Dr Mustafa Mat Deris P.hD dari Universiti Muhammadiyah Malaysia atau UMAM. Prof Mustafa juga akan memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Umri.
Sementara, Rektor Umri, Dr Saidul Amin, MA menyampaikan, tema yang diusung dalam pelaksanaan wisuda kali ini adalah “Sang Pencerah, Berdampak Mengukir Peradaban Semesta”. Tema itu sarat dengan makna dan pesan yang sangat relevan bagi peran mulia para wisudawan dan Alumni Umri.
Makna Sang Pencerah, bukan sekadar gelar atau julukan, melainkan sebuah amanah besar. Sosok pencerah yang dapat menembus gelapnya kebodohan, menyingkap tabir ketidaktahuan, dan membawa sinar ilmu pengetahuan serta nilai-nilai moral yang luhur kepada masyarakat luas.
"Di sinilah tantangan dan tanggung jawab mereka sebagai agen perubahan sejati, yang berinovasi membawa kemajuan, penyebar nilai-nilai kebaikan, inspiratif, dan penggerak transformasi sosial," papar Saidul Amin.
Sedangkan pribadi yang Berdampak, Rektor Umri ini berharap mereka dapat meraih prestasi akademik dan pengembangan diri, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan kemajuan umat manusia.
"Dampak yang dimaksud bukan sekedar perubahan temporer atau terbatas, melainkan perubahan yang luas, mendalam, dan berkelanjutan yang mampu menyentuh berbagai dimensi sosial, ekonomi, budaya, hingga teknologi, sehingga mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," ucap Saidul.
Selanjutnya, peran penting lainnya adalah Mengukir Peradaban Semesta. Saidul juga berharap para wisudawan dapat berkiprah secara meluas bukan hanya di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga di ranah global. Menjadi bagian dari kekuatan positif yang membangun dunia dengan semangat keilmuan, nilai-nilai ke-Islaman, dan kemanusiaan yang universal.
Ketiga, lanjutRektor Umri, pijakan utama tersebut harus menjadi landasan kokoh dalam setiap langkah dan keputusan mereka untuk mewujudkan dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera bagi seluruh makhluk.
"Artinya, tema tersebut membentuk alumni Umri untuk siap tampil di gelanggang kehidupan yang sesungguhnya, mengambil peran strategis sebagai duta Persyarikatan yang berpartisipasi aktif dalam mencerahkan dan mencerdaskan semesta," pungkasnya. **