|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Suasana di halaman Markas Polda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru, terasa berbeda, Senin (12/1/2026). Sebuah momen penuh haru mewarnai apel pagi yang dipimpin oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo.
Hari ini menandai apel terakhir Brigjen Jossy sebelum mengakhiri masa jabatannya dan melanjutkan tugas baru sebagai Wakapolda Kalimantan Timur.
Dengan langkah mantap namun terdengar berat di hati, Brigjen Jossy membuka sambutannya. Suara tegasnya sesekali bergetar, menandakan emosi yang sulit ditahan.
“Saudara-saudaraku, pada hari ini, Senin, adalah apel terakhir saya sebagai Wakapolda,” ucapnya, menatap ratusan personel yang hadir.
Sesaat Brigjen Jossy berhenti, menahan air mata, sebelum melanjutkan kata-kata yang sarat rasa syukur. Ia mengungkapkan rasa terhormat dan bersyukur karena diterima dengan hangat oleh Kapolda Riau dan seluruh jajaran Polda Riau.
“Satu kehormatan, satu anugerah saya bersama keluarga diterima oleh Bapak Kapolda yang luar biasa membimbing kami,” tuturnya dengan suara bergetar.
Lulusan Akpol 1992 ini juga menyampaikan kebanggaannya bisa bekerja sama dengan para pejabat utama (PJU) Polda Riau selama satu tahun terakhir.
Ia menekankan, kesuksesan yang diraih bukan semata-mata hasil kerja sendiri, melainkan berkat bimbingan, kerja sama, dan dukungan dari banyak pihak di sekelilingnya.
“Saudara-saudaraku, saya tahu diri dan tahu bahwa saya tidak ada apa-apanya. Hanya karena Allah SWT mempermudah kami sekeluarga dan memberikan orang-orang hebat di sekeliling saya,” ujarnya penuh haru.
Di tengah sambutannya, Brigjen Jossy tak lupa menekankan pentingnya persaudaraan di antara personel Polda Riau. Ia meyakinkan, meski tak lagi menjabat sebagai Wakapolda, hubungan kekeluargaan dan persaudaraan akan terus terjalin.
“Jabatan itu adalah sementara. Tapi yang abadi adalah persaudaraan kita. Meskipun nanti saya jauh dari sini, persaudaraan kita akan tetap terjalin. Terima kasih, saudara-saudaraku sekalian,” ucapnya mengakhiri sambutan.
Ratusan personel yang hadir tampak khidmat, menyimak setiap kata. Beberapa meneteskan air mata, tergerak oleh ungkapan rasa terima kasih dan keikhlasan seorang pimpinan yang telah membimbing mereka.
Sebagai pengganti, Brigjen Hengki Haryadi akan menempati posisi Wakapolda Riau. Momen ini menjadi penutup babak pelayanan Brigjen Jossy di Polda Riau, sekaligus pembuka perjalanan baru di Kalimantan Timur.
Dalam apel yang sarat keharuan itu, satu hal menjadi jelas. Jabatan boleh berubah, tetapi persaudaraan dan hubungan yang terbangun tetap abadi, di mana pun berada.*