|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU— Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib melalui program inovatif “Drag Bike Policing Session VIII.”
Kegiatan yang digelar di lintasan depan Venue Atletik Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, ini menjadi langkah humanis Ditlantas Polda Riau dalam menekan aksi balap liar sekaligus menyalurkan minat otomotif masyarakat secara positif dan terukur.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat hadir langsung memantau jalannya kegiatan bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau, PJU Ditlantas Polda Riau, serta instansi terkait. Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Acara yang berlangsung Sabtu (1/11/2025) spukul 20.00 hingga Minggu (2/11/2025) dini hari dihadiri oleh unsur internal Ditlantas, stakeholder eksternal seperti PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kota Pekanbaru, serta komunitas motor. Ribuan masyarakat tampak antusias menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Sebanyak 150 pembalap dengan total 250 starter berpartisipasi dalam enam kategori lomba berbeda. Antusiasme masyarakat begitu tinggi.
Lebih dari 5.000 penonton memadati kawasan kegiatan, sementara area UMKM binaan Ditlantas Polda Riau ramai diserbu pengunjung yang menikmati suasana meriah di sekitar lintasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, briefing, doa bersama, dan dilanjutkan perlombaan menggunakan sistem penilaian digital kualifikasi. Para pemenang tiap kelas menerima piagam penghargaan serta dana pembinaan yang diserahkan langsung oleh Dirlantas dan jajaran Ditlantas Polda Riau.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menegaskan, kegiatan Drag Bike Policing bukan sekadar ajang balapan, melainkan sarana edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Program ini bukan hanya tentang balapan, tetapi tentang edukasi dan pendekatan humanis. Kami ingin para remaja menyalurkan minatnya secara positif di tempat yang aman dan sesuai aturan,” ujar Kombes Taufiq.
Ia juga mengimbau para muda-mudi agar tidak melakukan aksi balap liar di jalan raya karena membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Semangat berkompetisi dan kecintaan terhadap otomotif, katanya, harus disalurkan melalui ajang resmi yang difasilitasi kepolisian.
Selain menjadi wadah penyaluran hobi otomotif, kegiatan ini turut memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Salah satu pelaku UMKM, Alfius, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Riau dan jajaran Ditlantas atas terselenggaranya kegiatan yang rutin diadakan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolda Riau dan jajaran Ditlantas yang terus mengadakan kegiatan seperti ini. Selain mengurangi balap liar, acara ini juga membawa rezeki bagi kami para pelaku UMKM, terutama bengkel dan pedagang makanan,” ujar Alfius.
Dengan suksesnya Drag Bike Policing Session VIII, Ditlantas Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang edukatif, persuasif, dan berdampak nyata bagi masyarakat—baik dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas maupun pemberdayaan ekonomi lokal.*