|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

KAMPAR - Langit Dusun Tanjung, Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Riau, tampak cerah. Dari halaman sebuah sekolah agama, suara lantunan doa anak-anak berpadu dengan semilir angin yang membawa kesejukan.
Di sinilah kisah sederhana namun penuh makna terjadi. Kisah tentang kepedulian yang menjelma menjadi harapan nyata bagi sebuah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
Sekolah ini akhirnya memiliki fasilitas yang sudah lama mereka dambakan, sebuah toilet dan tempat wudhu. Tak hanya itu, kabar gembira lain pun datang bersamaan, gaji para guru yang sempat lama tertunda akhirnya dibayarkan.
Semua itu terwujud berkat bantuan dari PT. Green Palma Riau Jaya, sebuah perusahaan sawit yang beroperasi di daerah tersebut.
Pada Selasa (11/11/2025), Pebriyan Winaldy, Direktur PT. Green Palma Riau Jaya, datang langsung ke sekolah sederhana itu. Kedatangannya disambut hangat oleh ratusan siswa dan para guru.
Beberapa anak terlihat berbaris rapi dengan seragam putih, sambil memegang bunga kertas buatan sendiri, hadiah sederhana untuk tamu yang mereka anggap sebagai pahlawan kecil bagi sekolah mereka.
Dalam kesempatan itu, Pebriyan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp10.636.000 untuk pembangunan toilet dan tempat wudhu. Ia juga menyalurkan dana pembayaran gaji bulan kedua para guru sebesar Rp3.200.000 per orang yang sebelumnya tertunda.
Bagi sekolah kecil di pelosok Kampar Utara itu, bantuan ini bukan perkara sepele. Kepala MDTA, Zulhelmi, tak mampu menyembunyikan haru ketika menerima bantuan tersebut. Matanya berkaca-kaca saat mengungkapkan rasa syukur.
“Bagi sebagian orang, toilet mungkin hal kecil. Namun, bagi para guru dan siswa di MDTA Dusun Tanjung, sangat dibutuhkan. Alhamdulillah, doa kami akhirnya terjawab,” ucap Zulhelmi saat diwawancarai wartawan.
Selama ini, para siswa dan guru tidak bisa melakukan salat berjamaah karena tidak memiliki sumur untuk wudhu maupun toilet yang layak. Akibatnya, kegiatan keagamaan harus ditunda atau dilakukan dengan segala keterbatasan.
Kini, dengan bantuan tersebut, semangat belajar dan beribadah pun kembali menyala. “Selama ini kami hanya bisa berharap. Alhamdulillah, hari ini harapan itu menjadi nyata. Toilet ini bukan hanya bangunan, tapi simbol kasih dan kepedulian terhadap pendidikan agama di desa kami,” ujarnya lirih.
Zulhelmi kemudian menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada sekolahnya.
“Kami pihak sekolah menyampaikan terimakasih kepada Pak Pebriyan Winaldy, yang telah peduli dengan fasilitas pendidikan di sekolah kami,” katanya dengan nada penuh syukur.
Bagi Pebriyan Winaldy, bantuan ini bukan akhir, melainkan bagian dari komitmen yang lebih besar. Ia percaya bahwa pendidikan, khususnya pendidikan agama, memiliki peran penting dalam membentuk masa depan daerah.
“Saya percaya, anak-anak inilah wajah Riau masa depan. Mereka pantas mendapatkan fasilitas dan perhatian agar bisa tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak. Kami akan terus berkontribusi demi kemajuan pendidikan di daerah ini,” ujar Pebriyan.
Ia berharap dengan adanya fasilitas baru ini dapat memperlancar kegiatan belajar mengajar dan ibadah di MDTA Dusun Tanjung.
Di sudut halaman sekolah, suara anak-anak mengaji mulai terdengar bersahutan, seolah menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sederhana dapat menumbuhkan kembali semangat pendidikan dan ibadah di pelosok Kampar Utara.*