|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

GAZA – Pasukan Israel memperluas wilayah Gaza yang mereka caplok, hal yang melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Oktober lalu. Pasukan Israel dilaporkan memajukan batas garis kuning, membuat warga Gaza makin terkurung di bagian barat Gaza.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam “pelanggaran gencatan senjata” baru Israel hari ini, menyusul serangan Israel kemarin yang menewaskan puluhan orang. Dalam sebuah pernyataan, kantor tersebut mengatakan pasukan dan tank Israel telah maju di timur Kota Gaza, memindahkan penanda kuning yang menggambarkan garis kuning yang seharusnya mereka tarik di bawah gencatan senjata sekitar 300 meter.
Serangan tersebut yang merupakan “pengabaian terang-terangan” terhadap perjanjian gencatan senjata telah menyebabkan puluhan keluarga yang tinggal di wilayah tersebut “terkepung”, kata kantor tersebut.
“Nasib banyak dari keluarga-keluarga ini masih belum diketahui di tengah penembakan yang menargetkan daerah tersebut,” katanya.
Pernyataan tersebut mendesak mediator internasional, terutama Presiden AS Donald Trump, untuk melakukan intervensi guna “menghentikan kejahatan ini” dan memaksa Israel untuk menghormati perjanjian gencatan senjata. Dikatakan bahwa “diamnya mediator dan penjamin” di tengah pelanggaran yang dilakukan Israel “tidak lagi dapat diterima”.*