Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Orang Tua Siswa SD Korban Perundungan di Pekanbaru Lapor Polisi
hukum | Selasa, 25 November 2025 | 17:41:08 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa siswa kelas VI SDN 108 Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, berinisial MAR (13), akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Laporan itu disampaikan orang tua korban, Akmal dan Deswita, yang datang bersama kuasa hukum dari Tim Advokasi Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau yang diketuai Suroto, ke Polresta Pekanbaru pada Selasa (25/11/2025).

Suroto mengatakan laporan tersebut dibuat karena adanya kesimpangsiuran informasi di berbagai pemberitaan sehingga membuat keluarga korban semakin bingung dan kecewa. Menurutnya, keluarga menginginkan kepastian dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan.

Baca :

“Orang tua korban bullying di SDN 108 akhirnya membuat laporan polisi karena berita semakin simpang siur dan membuat keluarga semakin kecewa,” ujar Suroto saat ditemui di Mapolresta Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa bantahan pihak sekolah mengenai tidak adanya kekerasan tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, sekolah sudah mengetahui adanya dugaan perundungan karena para pihak sebelumnya sempat dipanggil dan didamaikan.

“Bagaimana mungkin sekolah menyatakan tidak terjadi bullying, sedangkan mereka sendiri memanggil kedua pihak dan melakukan upaya perdamaian? Itu berarti pihak sekolah tahu ada peristiwa tersebut,” tegasnya.

Suroto menambahkan bahwa perundungan terjadi saat kegiatan belajar kelompok di lingkungan sekolah. Terdapat saksi yang melihat kejadian tersebut, dan pihak keluarga juga mengantongi rekaman video berisi keterangan saksi. 

“Kepala anak klien kami ditendang. Teman-teman dekat rumah juga melihat korban pulang dalam keadaan menangis,” katanya.

Ia juga membantah pemberitaan yang menyebut korban memiliki penyakit bawaan, seperti jantung atau rematik. Menurutnya, hal itu tidak benar dan tidak pernah disampaikan keluarga.

“Orang tua korban menyebut anak mereka tidak punya riwayat penyakit jantung maupun rematik. Setelah dia dibully yang pertama kali, barulah ia masuk rumah sakit dan diketahui jantungnya bermasalah akibat beberapa kali dipukul,” jelasnya.

Suroto mengatakan, laporan polisi dibuat agar seluruh pihak dapat diperiksa dan fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

 “Keluarga siap menceritakan semua sesuai fakta, termasuk siapa yang melakukan pemukulan dan bagaimana rangkaian peristiwa hingga akhirnya korban meninggal,” tuturnya.

Ia menyebut pihaknya siap menghadirkan saksi yang pernah melihat langsung kejadian tersebut. Saksi itu juga pernah jadi korban perundungan.

Dalam pertemuan di sekolah, sang nenek dari saksi itu menyampaikan bahwa cucunya pernah pulang dengan leher membiru karena dicekik. "Pelakunya sama," kata Suroto.

Selain itu, pelaku juga mengakui pemukulan pada peristiwa bullying pertama. Ia memukul bagian dada korban. "Pada peristiwa kedua, pelaku mengaku memukul di bagian kaki dan pantat,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, saat korban dibawa ke RS PMC, dokter menemukan kondisi dada korban tampak masuk ke dalam. Pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya kebocoran jantung di dua titik, paru-paru bocor, serta pendarahan pada jantung.

“Kami ingin penyidik menilai apakah ada atau tidak kelalaian pihak sekolah. Fokus kami adalah memastikan bahwa perundungan benar-benar terjadi, dan kami siap mengajukan saksi dan bukti,” tutup Suroto.

Diketahui, korban MAR dua kali mrngalami bullying dengan dua pelaku berbeda. Tindakan itu terakhir dialami korban pada Kamis

13/11/2025), saat korban tengah belajar kelompok bersama teman–temannya di dalam kelas. Korban menerima tindakan kekerasan dari seorang murid berinisial F. 

Tindakan itu telah dilaporkan seorang teman korban berinisial Ark kepada wali kelas yang berada di dalam ruangan. Namun, wali kelas disebut hanya menanggapi dengan ucapan singkat, “Iya, tunggu".

Setibanya di rumah, korban menangis dan mengeluh kepada ibunya bahwa ia tidak ingin lagi pergi ke sekolah. Keadaan korban memburuk pada besok harinya, dan mengalami kelumpuhan.

Ketika itu, korban baru bercertia kepada orang tuanya, kalau kepalanya ditendang oleh F, saat belajar kelompok di sekolah.

Kemudian, korban dibawa oleh orang tuanya berobat alternatif. Dari sana, disarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit.

Korban kemudian dibawa ke puskesmas, namun pelayanan tidak tersedia karena hari itu adalah Sabtu, sehingga ia kembali dirawat di rumah.

Selama mengalami kelumpuhan, korban beberapa kali mengingat dan menceritakan kembali kejadian yang dialaminya.

Perundungan terhadap korban ternyata bukan pertama kali terjadi. Pada Oktober 2025, korban juga kerap mendapat perlakuan kasar dari murid lain berinisial SM, yang disebut sering memukul dada korban. 

Akibat insiden itu, korban bahkan sempat dirawat selama satu minggu di RS PMC Pekanbaru. Pihak sekolah telah memanggil orang tua kedua belah pihak, dan orang tua pelaku saat itu meminta maaf kepada keluarga korban.

Korban menghembuskan napas terakhir pada Minggu (23/11/2025) dini hari. Korban sempat menjalani perawatan di pusmesmas tapi peralatan kurang memadai hingga korban kembali dirawat di rumah.

Selama mengalami sakit, korban beberapa kali mengingat dan menceritakan kembali kejadian yang dialaminya. Ia menceritakan kekerasan yang didapat saat belajar kelompok.

Menurut keluarga, sebelum meninggal korban juga sempat meminta untuk dimandikan dan agar tikar digelar, sambil berkata bahwa rumah akan ramai dikunjungi orang. *

 

 

 

Terbaru
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum