|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU-Momentum penting bagi gerakan cendekiawan muslim di Kota Pekanbaru akan berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025 mendatang, ketika Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Pekanbaru periode 2025–2030 resmi dilantik. Acara ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi simbol komitmen ICMI dalam mengambil peran strategis dalam pembangunan kota yang berkembang pesat tersebut.
Pelantikan rencananya akan dihadiri oleh berbagai tokoh penting baik tingkat Pekanbaru maupun Provinsi Riau. Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, SE, MM, dijadwalkan menyampaikan sambutan. Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap peran ICMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan gagasan kebijakan berbasis akademik.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Sudianto, S.Sos, M.I.Kom, menyampaikan bahwa seluruh persiapan sudah berjalan secara maksimal. Saat memimpin Rapat Panitia Pelantikan Pengurus ICMI Kota Pekanbaru pada Jumat (28/11/2025), ia menegaskan bahwa komunikasi intens dengan Pemerintah Kota Pekanbaru terus dilakukan.
“Kita berharap Bapak Wali Kota berkenan hadir dan memberikan sambutan. Tentu ini akan memberikan spirit tersendiri bagi seluruh pengurus dan anggota ICMI,” kata Sudianto.
Ia menambahkan bahwa pelantikan pengurus akan dilakukan langsung oleh Ketua ICMI Provinsi Riau, drg. Burhanuddin Agung, MM, sebagai bagian dari mekanisme organisasi yang diatur secara nasional.
Rapat persiapan itu sendiri berlangsung penuh antusiasme. Selain membahas teknis acara, panitia juga mendiskusikan kemungkinan penambahan rangkaian kegiatan, seperti seminar singkat atau pemaparan orasi ilmiah dari tokoh ICMI Riau.
Sejumlah pengurus terpilih hadir dalam rapat, seperti Prof. Edi Erwan, S.Pt, M.Sc, Ph.D selaku Ketua ICMI Kota Pekanbaru, Sekretaris Dr. Ir. Julnaidi, ST, MT, Bendahara, Ary Nugraha, serta pengurus lainnya seperti Andy Wijaya, Nurdiansyah, dan Saparudin Koto.
Para peserta rapat memberikan masukan mengenai persiapan acara.Mulai dari penyusunan daftar undangan, kesiapan dokumentasi acara, hingga persiapan publikasi ke media massa.
Dr. Sudianto yang juga Wakil Dekan III Fdik UIN Suska Riau menjelaskan bahwa pengurus ICMI yang akan dilantik merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) ICMI Kota Pekanbaru yang digelar di Balai Adat Melayu Riau pada 6 September 2025 lalu.
“Lebih dari 100 tokoh akan dilantik, terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan Dewan Pengurus. Latar belakang mereka sangat beragam—mulai dari akademisi, birokrat, praktisi, pengusaha, peneliti, hingga profesional di berbagai bidang,” ujarnya.
Ia menilai keberagaman itu menjadi kekuatan tersendiri bagi ICMI. “Dengan komposisi ini, kita yakin ICMI Pekanbaru dapat menjadi laboratorium gagasan bagi pembangunan daerah,” tambahnya.
Ketua ICMI Kota Pekanbaru terpilih, Prof.Edi Erwan,S.Pt, M.Sc, Ph.D menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah awal menuju penguatan peran ICMI sebagai lembaga ilmiah-keislaman yang inklusif, modern, dan kolaboratif.
Menurutnya, tantangan pembangunan Pekanbaru sebagai kota dengan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang berkembang pesat membutuhkan kontribusi pemikiran dari berbagai disiplin ilmu.
“ICMI memiliki banyak pakar, baik di bidang teknologi informasi, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif. Semua potensi itu akan kita gerakkan. Kita ingin ICMI menjadi rumah gagasan dan pusat diskusi strategis bagi pembangunan kota,” jelas Mantan Wakil Rektor 3 UIN Suska ini..
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu prioritas kerja ICMI periode ini adalah memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Kita akan berkontribusi secara akademis, baik melalui kajian penelitian, rekomendasi kebijakan, maupun pendampingan program pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Edi menilai bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting. “Kita terbuka bekerja sama dengan pemerintah, kampus, dunia usaha, lembaga zakat, hingga komunitas masyarakat. Tujuannya satu: menghadirkan dampak nyata.”
ICMI dalam Konteks Nasional
Dalam skala nasional, ICMI dikenal sebagai organisasi cendekiawan muslim terbesar di Indonesia. Berdiri pada 1990, ICMI menjadi wadah bagi intelektual muslim untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik, pemberdayaan umat, serta penguatan literasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di Pekanbaru, keberadaan ICMI telah memberikan warna tersendiri dalam diskusi publik, terutama terkait isu pendidikan, tata kelola pemerintahan, ketahanan ekonomi, dan pengembangan masyarakat. Dengan dilantiknya pengurus baru ini, diharapkan semangat kontribusi tersebut semakin menguat.
Pelantikan pada 12 Desember mendatang diharapkan tidak hanya menjadi seremoni formal, melainkan titik awal untuk implementasi program kerja ICMI lima tahun ke depan. Panitia juga menyiapkan agenda lanjutan berupa penyusunan rencana strategis, penyegaran program kaderisasi, serta penajaman peran ICMI dalam merespons kebutuhan kota, termasuk isu kemiskinan, pendidikan, digitalisasi, dan kesehatan masyarakat.
Dengan komposisi pengurus yang kuat dan beragam, ICMI Kota Pekanbaru diharapkan mampu menjadi garda depan dalam memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah, sehingga pembangunan kota dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.sp