|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

RENGAT- Tanggal 5 Januari dikenal sebagai Rengat Berdarah terjadi dalam penjajahan Belanda tahun 1949. Bupati Inhu Ade Agus Hartanto bersama Forkopimda mengenang peristiwa tersebut dengan melakukan upacara dan renungan di Tugu Pahlawan yang berada tepat Kediaman Bupati dijalan ahmad yani Rengat yang terletak ditepian sungai indragiri
Selain Forkompinda, ribuan ASN, PPPK maupun PPK Paruh waktu turut ikut dalam upacara memperingati 5 Januari. Kegiatan serupa dilakukan setiap tahun nya guna mengenang Kota Rengat pernah dijajah begitu sadis oleh Belanda pada tahun 1949.
Peringatan 5 Januari 2026 diisi cuplikan peristiwa 5 Januari 1949 saat terjadi peristiwa berdarah diluar kemanusiaan saat banjir darah dan air mata atau disebut sebagai hari pembantai lebih kurang 2000 orang. Dilakukan oleh tentara Belanda yang bertujuan untuk menguasai dan menjajah kembali terhadap tanah air Indonesia yang merdeka dan berdaulat sejak 17 Agustus 1945.
Sungguh sangat tragis pada waktu itu, Belanda mengerahkan belasan bahkan puluhan pesawat udara menyerang, menembaki, mengebom dan menerjunkan pasukan payung di pingir barat kota rengat (di pinggir jalan Kelurahan Sekip Hulu dan Hilir sekarang) dan mereka bergerak ke arah timur menuju sungai Indragiri serta mendarat nya kapal perang dari arah kota Tembilahan Inhil
Dengan kekuatan pasukan serta persenjataan modern membantai masyarkat Inhu ditepian sungai Indragiri tanpa membedakan mana yang TNI, dan mana pula yang merupakan penduduk sipil tak berdosa. Dalam pembantaian turut gugur salah satu nya pemimpin pada masa itu Bupati tulus.
Dalam amanatnya pada peringatan Rengat Bersejarah Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Sos.Msi mengatakan Semoga kehadiran pada upacara peringatan Rengat bersejarah ini menjadi saksi bahwa masyarakat Inhu maupun yang berada dalam upacara tersebut tidak lupa, tidak lalai dan tidak mengkhianati nilai pengorbanan para syuhada Rengat.
"Sejarah ini wajib kita kenang, bukan untuk membuka luka lama, tetapi untuk menegaskan jati diri kita sebagai daerah yang lahir dari semangat perlawanan dan keberanian, " Ungkap Bupati.
Setelah upacara, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto didampingi sang Istri serta Dandim 0302 Inhu Letkol Arh 4. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, SE, M.IP, Ketua DPRD Kab. Inhu Sabtu P. Sinurat, S.Sos ,Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K,. M. Si. Danyonif TP 850/SC Letkol Inf. Eko Sugiarto. Serta Ketua Pengadilan Negeri Kab. Inhu Lia Herawati, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Inhu Dr. Ratih Andrawina Suminar, S.H,. Dan Sekda Inhu Zulfahmi Adrian, S. TP,. M. TP. Lakukan tabur bunga di sungai Indragiri.*