Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Warga Kelurahan Maharatu Tolak Penampungan Imigran
pekanbaru | Senin, 9 September 2019 | 20:12:46 WIB
Editor : wisly | Penulis : Linda
rga Kelurahan Maharatu melakukan aksi damai di depan kosan Nevada di Jalan Kertama, Senin (9/9). Mereka menolak dijadikannya kosan Nevada sebagai tempat penampungan warga asing atau imigran. (ist)

PEKANBARU - Warga Kelurahan Maharatu,  RT 03 RW 06, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, melakukan aksi damai menolak rencana Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) menjadikan kosan Nevada untuk penampungan warga asing atau imigran. 

Penolakan itu disampaikan langsung oleh puluhan perwakilan warga di depan kosan Nevada, Jalan Kertama, Senin (9/9) siang. Masyarakat tidak terima karena banyak isu-isu negatif terkait imigran.

"Masyarakat  menolak keberadaan penampungan Nevada untuk imigran. Mungkin ada anggapan efek samping atau perbedaan adat istiadat," ujar Ketua RW 6 Kelurahan Maharatu, Sucipto.

Baca :

Dia menjelaskan,  perbedaan kebiasaan dan adat istiadat imigran dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi masyarakat. "Selalu dengar dari tempat lain, sering terjadi hal tak diinginkan hingga masyarakat trauma," kata Ketua  Forum RT RW Kelurahan Maharatu, Sucipto.

Selain di kelilingi rumah warga, di sekitar  penampungan Nevada  juga  banyak kosan mahasiswa.  Menurut Sucipto, jangan sampai keberadaan imigran mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitarnya.

Hal senada juga disampaikan ketua pemuda setempat, Riki. Menurutnya aksi damai dilakukan sekitar 30 orang warga. Mereka membawa spanduk berisi penolakan dijadikannya kosan Nevada sebagai penampungan imigran disampaikan seluruh RW dan RT di Kelurahan Maharatu.

"Ini bukan dari satu RT saja tapi perwakilan seluruh RT di Kelurahan. Maharatu. Warga tidak terima kehadiran Nevada untuk penampungan,. Warga mendengar ada  (Imigran) yang menghamili istri orang dan mencuri," jelas Riki.

Dia menjelaskan awalnya penampungan Nevada merupakan kos-,kosan bagi mahasiswa maupun pekerja. Akhirnya tempat itu dibeli oleh pihak Nevada dan akan dijadikan penampungan oleh Rudenim Pekanbaru.

Riki mengatakan, rencana dijadikannya Nevada sebagai penampungan imigran diketahui dari  satu warga ke warga lainnya. Akhirnya mereka menyampaikan ketidaksetujuan kepada ketua RW setempat.

Akhirnya warga kompak dan tidak terima. Datangi RW, bikin surat penolakan, Seperti ke Kesbangpolinmas, Rudenim, dan  Polsek Bukit Raya," tutur Riki.

Riki menyebutkan aksi penolakan ini merupakan yang pertama. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan. 

"Hari ini ada rapat dengan Kesbangpolinmas. Tergantung hasil rapat, kalau belum menyenangkan pasti akan ada kelanjutan," tutur Riki.

Terpisah, Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior M Sigalingging, mengatakan, pihaknya hanya mengikuti peraturan pemerintah saja.

"Kalau kita sesuai Perpres hanya sebagai pengawas keimigrasian. Kalau tempat penampungan, itu yang menentukan pemerintah daerah," kata Junior.

Junior menyebutkan, pro dan kontra terkait penampungan imigran sudah biasa terjadi.  "Sekiranya warga menolak, tidak akan dijadikan tempat penampungan. Itu hak warga," kata Junior.

Dia mengingatkan, agar tidak ada intimidasi. "Sekarang kita punya 8 tempat penampungan, masih banyak tempat kosong. Pengungsi jugs makin berkurang," sambung Junior.

Dikatakan Junior, dirinya juga tak memungkiri bahwa para pengungsi ini juga banyak yang pelanggaran. Namun dia menegaskan, proses pemberian sanksi dan hukuman kepada pengungsi yang melanggar aturan, tetap diberikan. *

Terbaru
hukum
Brigjen Jossy Pamit: Terima Kasih, Saudara-saudaraku
Senin, 12 Januari 2026 | 15:32:02 WIB
pekanbaru
Sepanjang 2025, PMK Serang 304 Hewan Ternak di Riau
Senin, 12 Januari 2026 | 14:04:12 WIB
sportainment
Tersingkir Dari Piala FA, MU Hampir Dipastikan Tanpa Gelar Musim Ini
Senin, 12 Januari 2026 | 10:27:17 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Hujan Ringan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:23:43 WIB
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum
Brigjen Jossy Pamit: Terima Kasih,...
Senin, 12 Januari 2026 | 15:32:02 WIB