Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Ketua MPR Sebut Presiden Prabowo Sudah Tahu Pemicu Banjir di Sumatera
nasional | Selasa, 2 Desember 2025 | 20:16:33 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : republika

JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto sudah penyebab banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir usai menerima laporan komprehensif dari pihak terkait. 

Hal itu disampaikan Ketua MPR Muzani seusai menemui Presiden di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/12/2025) sore.

"Sudah, sudah, sudah dapat masukan yang komprehensif," kata Muzani, saat disinggung apakah Presiden sudah tahu penyebab utama bencana Sumatera, termasuk dugaan pembalakan liar.

Baca :

Muzani menjelaskan, dari berbagai foto dan rekaman lapangan yang ia amati, terlihat jelas tumpukan kayu hanyut yang diduga bukan berasal dari pohon-pohon roboh akibat badai, melainkan kayu bekas tebangan lama. Temuan itu, menurut Muzani, mengindikasikan bahwa pembalakan liar kemungkinan menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kalau itu betul, berarti ada pembalakan liar yang tidak terkendali. Ini harus menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan lingkungan. Jangan sampai kelalaian kita hari ini menjadi musibah bagi anak cucu nanti,” ujar Muzani.

Ketika ditanya apakah Presiden juga menerima laporan serupa, Muzani menyatakan bahwa Kepala Negara sudah memperoleh masukan yang lengkap terkait akar permasalahan banjir. Namun, ia tidak merinci lebih jauh isi laporan tersebut maupun potensi langkah hukum yang mungkin diambil pemerintah.

Muzani kemudian menghindari pertanyaan lanjutan mengenai kemungkinan tindakan tegas pemerintah, termasuk sanksi hukum atau reshuffle menteri, dan memilih bergegas menuju mobil dinasnya untuk meninggalkan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pada Senin (1/12/2025), Prabowo meninjau langsung wilayah terdampak banjir Sumatera. Dalam kunjungan itu Prabowo tidak menyingung soal pemicu banjir namun fokus pada pemulihan infrastruktur dasar.

"Presiden Prabowo menekankan bahwa pemulihan infrastruktur dasar dan layanan publik menjadi prioritas utama pemerintah dalam tahap awal penanganan bencana," kata Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dari unggahan Instagram Sekretariat Kabinet, Senin.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat meninjau posko pengungsian di Perumahan Kasai Permai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin. Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo meninjau tenda pengungsian, dapur umum, serta area layanan trauma healing yang difokuskan bagi kelompok rentan.

Sekitar 1.000 pengungsi berada di posko tersebut, sebagian besar merupakan keluarga dengan anak-anak yang meninggalkan rumah akibat terdampak banjir. Dalam peninjauan itu, Presiden mendapat laporan mengenai kondisi akses darat yang mulai dapat dilalui, meski sejumlah jembatan rusak. Selain itu, Prabowo juga mengatakan aliran listrik di wilayah tersebut hampir pulih seluruhnya dan perbaikan layanan air bersih mulai dilakukan.*

Terbaru
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum