|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kehadiran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan dapat mendukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pekanbaru, Riau yang merupakan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tentunya menjamin pemenuhan gizi yang aman, higienis dan terstandar untuk masyarakat.
Setiap dapur MBG atau SPPG dirancang dengan standar yang ketat. Didukung petugas dan relawan yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga proses pengolahan hingga distribusi makanan lebih optimal dan terjamin.
"MBG merupakan program strategis nasional dan sangat penting. MBG diberikan kepada siswa PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil, menyusui, dan Balita" kata Kepala SPPG Labuhbaru Timur 2, Mhd Nova Vandra S Tr Kes saat diwawancarai wartawan di lokasi dapur SPPG Labuhbaru Timur 2 Jalan Gotong Royong, Kecamatan Payung Sekaki.
Dikatakannya, menu dibuat dengan melibatkan chef dan ahli gizi untuk menjamin kualitas dan keamanannya. Proses memasak dimulai pukul 01.00 dini hari WIB. Dimulai dengan masak nasi. Pukul 02.00 WIB masak ayam, dilanjutkan tempe, tahu dan lainnya, kemudian baru sayur.

"Untuk sayur dua kali masak, pertama pukul 04.00 WIB untuk di packing pukul 05.00 WIB. Masak kedua pukul 06.30 WIB atau 07.00 WIB untuk di packing pukul 08.30 WIB," tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, relawan di dapur SPPG Labuhbaru Timur 2 harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum masuk ke ruang kitchen, termasuk pemeriksaan alat-alat masak yang digunakan.
Dapur SPPG juga memiliki ruangan khusus sebagai gudang basah untuk menyimpan bahan baku makanan.
Untuk pengantaran, lanjut Nova Vandra, dimulai pada pukul 07.30 WIB untuk ibu hamil dan ibu menyusui di Kelurahan Banda Raya dan Kelurahan Tampan setiap hari Senin dan Kamis. Sedangkan untuk sekolah setiap Hari Senin hingga Sabtu dimulai pukul 08.15 WIB untuk Sekolah Dasar (SD) atau disesuaikan dengan jam istirahat atau permintaan pihak sekolah.
Kemudian mulai pukul 10.00 WIB untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Pengantaran menggunakan mobil box dan gran max. "Sebelum pengantaran makanan dicek sekali lagi untuk lebih menjamin keamanannya," tuturnya.

Dikatakannya, sejak beroperasi 13 Oktober 2025, SPPG Labuhbaru Timur 2 sudah menjangkau 2328 siswa, ibu hamil, meyusui dan balita. "Relawan mengantar langsung MBG di 12 sekolah di Kecamatan Payung sekaki, baik swasra maupun negeri, SMK satu sekolah, SMP 4, TK satu, lebihnya SD," ujarnya.
Saat ini, SPPG Labuhbaru Timur 2 mempunyai 44 karyawan, mulai dari ahli gizi, akuntan dan relawan.
Pada kesempatan tersebut, Nova Vandra juga mengatakan, SPPG Labuhbaru Timur 2 juga memberdayakan tenaga kerja atau relawan sekitar, sehingga membuka lapangan kerja baru bagi warga.(adv)