Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Air Mulai Surut, Tapi Kepedulian Tetap Mengalir di Tengah Duka Aceh
nasional | Jumat, 5 Desember 2025 | 20:15:13 WIB
Editor : Herlina | Penulis : Herlina

ACEH - Beberapa hari pasca hujan deras mengguyur wilayah barat Aceh, debit air sungai meluap, merendam lahan pertanian, jalan desa, rumah warga, dan bahkan tempat ibadah. Di Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Barat, banjir memutus jalur distribusi, membuat akses logistik ke sejumlah gampong terputus total. 

Akibatnya, ratusan bahkan ribuan warga terpaksa bertahan di rumah yang terendam air atau mengungsi ke tempat lebih aman, sementara stok bahan pokok menipis. Pemerintah setempat sempat memperingatkan bahwa bantuan luar hampir tak sampai ke sejumlah desa, masyarakat terancam kelaparan. 

Dalam kondisi darurat tersebut, sebuah aksi kemanusiaan hadir. Pada Jumat (28/11), Tim dari PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk yang beroperasi di Kabupaten Aceh Singkil, bergerak cepat menyalurkan paket bantuan darurat ke beberapa desa terdampak di Kecamatan Singkil Utara serta Kecamatan Gunung Meriah. 

Baca :

Desa-desa seperti Gosong Telaga Timur, Gosong Telaga Utara, Ketapang Indah, Gosong Telaga Selatan, Desa Gunung Lagan, Desa Sianjo-anjo, dan Penjahitan mendapat bantuan bahan makanan berupa beras, mi instan, dan telur. Tidak glamor, tetapi nyata, sederhana, dan penuh makna.

Menurut Administratur PT PLB, Riki Agus Rinaldy, bantuan tersebut adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir membantu dan meringankan beban warga yang terdampak banjir. “Sistem distribusi dilakukan melalui Camat, perangkat desa, dan posko pembagian, bukan langsung ke tiap rumah agar lebih terstruktur,” jelasnya.

Para penerima bantuan merasa bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas bantuan yang datang paling cepat dari PT PLB. Camat Singkil Utara, Asnaldi menyebut bantuan itu sangat berarti bagi masyarakat yang tengah berada dalam masa tanggap darurat. Menurutnya, di salah satu gampong terdampak, tercatat sekitar 43 kepala keluarga atau sekitar 170 jiwa terdampak, termasuk sebuah pondok pesantren yang kebanjiran. 

Sementara itu, di wilayah Woyla Induk, Kabupaten Aceh Barat yang juga dilanda banjir, PT Karya Tanah Subur (KTS), yang juga merupakan anak perusahaan Astra Agro menyalurkan bantuan kepada warga di Desa Alue Sikaya dan Gunong Hampa. Paket darurat yang diberikan terdiri dari mie instan dan air mineral, kebutuhan dasar yang amat dibutuhkan saat akses logistik dan distribusi makanan masih terganggu.

“Kami sangat berterima kasih dan menyambut baik kehadiran bantuan dari PT KTS yang tanpa diminta ini,” celetuk seorang warga. Memang bantuan darurat itu memberi napas lega, setidaknya bagi rumah tangga yang terdampak dan mengungsi sementara. 

Penyerahan dilakukan segera setelah banjir melanda, sebagai respons cepat terhadap situasi darurat. Administratur PT KTS, Halik Barutu menyatakan bahwa bantuan tersebut adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, serta komitmen untuk terus memantau dan mendukung masyarakat hingga kondisi membaik. 

“Kami memahami bahwa banjir ini menyulitkan banyak warga. Karena itu, PT KTS bergerak cepat untuk memberikan bantuan dasar seperti Indomie dan air mineral, dengan harapan dapat meringankan kebutuhan keluarga yang terdampak,” ujar Azra Husaini,  Community Development Officer PT KTS pada Senin (1/12).

Ia menambahkan bahwa perusahaan terus memantau perkembangan situasi banjir dan siap memberikan dukungan tambahan jika diperlukan, terutama pada masyarakat sekitar area operasional perusahaan.

 

Lebih dari Sekadar Bantuan Barang

Di tengah air yang perlahan surut dan lumpur yang menyelimuti rumah serta jalan, paket beras, mie, telur, dan air mineral tiba bagai angin segar. Mereka mungkin bukan solusi permanen untuk pemulihan gampong, tetapi dalam situasi genting, ketika akses terputus, jalan rusak, dan dapur umum mulai kehabisan bantuan, itu berarti harapan yang nyata.

Seperti diungkap seorang keuchik di Desa Gunung Lagan, bahwa bantuan itu sangat membantu warga Dusun 4 yang sedang kesulitan. Bagi banyak keluarga, ini bukan sekadar paket sembako, melainkan rasa bahwa mereka tidak sendirian di saat sulit. Dan bahwa ketika negeri diuji oleh alam, masih ada pihak yang tanggap dan peduli.

Saat air pasang mulai surut, rumah dibersihkan, dan warga kembali menata harapan, jejak kemanusiaan akan tetap tinggal. Dalam bentuk nasi yang cukup, senyum lega, dan rasa bahwa mereka tidak sendirian. Aksi cepat perusahaan grup Astra Agro bukan lah sekadar distribusi makanan, namun sebagai bentuk nyata tanggung jawab sosial, kemanusiaan, dan solidaritas di tengah duka dan bencana.

Cerita seperti ini amat penting untuk diangkat, sebagai pengingat bahwa di antara himpitan alam dan derita, masih ada kepedulian nyata. Bukan sekadar statistik, tetapi wajah riil manusia yang saling bantu dan peduli.(rls)

Terbaru
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum