|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Setiap hari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pekanbaru Limapuluh Sekip membeli ratusan kilo ayam dan ikan untuk kebutuhan progam Makan Bergizi Gratis (MBG). Ditambah sayuran dan buah-buahan. Tentunya sangat membantu para pedagang dan pelaku Usaha Kecil menengah (UMKM). Ditambah lagi, terdapat 47 relawan yang dipekerjakan dalam SPPG tersebut.
Kehadiran Dapur SPPG tentunya menjadi ujung tombok program MBG. Program nasional Presiden Prabowo Subianto untuk Indonesia Emas 2045. Bukan hanya menyediakan makanan sehat dan aman untuk siswa atau penerima manfaat, namun menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar serta membuka lapangan kerja.
Kepala Dapur SPPG Kota Pekanbaru Limapuluh Sekip, Rikutni S.Kom mengatakan, Dapur SPPG tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
"Progam MBG mempunyai manfaat yang luar biasa dari sisi ekonomi. Contohnya kami melibatkan masyarakat sekitar di hampir semua tahapan, mulai dari persiapan memasak, pengantaran hingga pencucian ompreng," tambahnya sambil mengatakan terdapat 47 relawan di Dapur SPPG Kota Pekanbaru Limapuluh Sekip yang mayoritas warga sekitar.

Selain itu, lanjutnya, kehadiran Dapur SPPG membuat petani dan peternak di Pekanbaru memiliki pasar yang lebih pasti. Produk lokal dan hasil pertanian dapat terserap langsung untuk memenuhi kebutuhan MBG. "Setiap hari Dapur SPPG membeli ratusan kilo ayam dan ikan untuk kebutuhan MBG. Memenuhi kebutuhan gizi siswa. Bahan baku diambil dari supplier dan pelaku UMKM," ujar Rikutni didampingi Ass Lap, Anggi Saputra Dongoran S.Sos.
Ditambahkannya, Dapur SPPG Kota Pekanbaru Limapuluh Sekip distribusikan MBG ke 3600 siswa di sembilan sekolah negeri. Mulai dari Hari Senin hingga Jumat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah penerima manfaat meningkat secara bertahap.
Awal beroperasi pada tanggal 1 September 2025, Dapur SPPG Kota Pekanbaru Limapuluh Sekip distribusikan MBG ke 2443 siswa. Kemudian naik menjadi 3300 siswa pada Bulan Oktober.
Rikutni mengatakan, makanan disiapkan dirancang dengan komposisi gizi seimbang dan bervariasi yang melibatkan ahli gizi. Terdiri dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur dan buah. Bahan-bahan yang digunakan semuanya berkualitas baik.
Penempatan bahan makanan juga diperhatikan. Harus sesuai standar SOP dan BGN. Tidak langsung bersentuhan dengan lantai. Begitu pun saat MBG di antar sekolah, semua makanan diletakkan di atas meja yang sudah dibersihakn terlebih dahulu.
Bahan baku makanan setiap harinya datang pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. Untuk proses memasak dimulai jam 01.00 dini hari WIB. Para relawan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mulai dari sandal hingga penutup kepala. Peralatan memasak dibersihkan sekali lagi untuk memastikan tidak terdapat debu yang menempel.

Bahkan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat, setiap hidangan menu MBG harus melewati pemeriksaan. Terdapat juga makanan yang dikhususkan bagi siswa yang alergi. Pengantaran dimulai pukul 07.30 WIB atau 08.00 WIB tergantung permintaan sekolah.
Rikutni berharap program MBG terus dilanjutkan dan diperkuat pemerintah, agar manfaatnya semakin besar bagi masa depan anak-anak dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
Dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah dan pelaku usaha, Program MBG dapat memberikan kontribusi besar terhadap terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, cerdas dan sejahtera.(adv)