|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengimbau empat kabupaten/kota yang belum menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi untuk segera mengambil langkah antisipatif. Imbauan disampaikan mengingat Riau telah memasuki musim hujan, yang meningkatkan potensi terjadinya banjir, longsor, hingga banjir rob.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menegaskan hingga kini Kabupaten Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Bengkalis masih belum menetapkan status siaga.
"Kami mengimbau agar penetapan dilakukan sebelum terjadi bencana. Jangan sampai setelah kejadian baru menetapkan status siaga," ujar Edy usai rapat koordinasi bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan pemerintah kabupaten/kota, Senin (8/12/2025).
Edy menjelaskan, keempat daerah tersebut memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana. Kampar dan Pelalawan, misalnya, sangat terdampak jika pintu waduk PLTA Koto Panjang harus dibuka saat curah hujan tinggi. Sementara daerah pesisir seperti Bengkalis dan Dumai kerap mengalami banjir rob yang datang cepat dan surut dalam satu hingga dua jam.
"Curah hujan saat ini cukup tinggi. Jika waduk PLTA dibuka, potensi banjir di bantaran sungai meningkat," jelasnya.
Sementara itu, delapan daerah lain telah menetapkan status siaga hidrometeorologi, yakni Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Kota Pekanbaru, Dumai dan Kepulauan Meranti.
"Dengan penetapan ini, seluruh daerah tersebut otomatis berada pada posisi siaga penuh, termasuk dalam pemantauan cuaca ekstrem dan kesiapan tanggap darurat," bebernya.
Pemprov Riau bersama BPBD juga telah memperkuat dukungan peralatan dan logistik melalui kerja sama dengan Baznas dan BNPB. Di antaranya penyediaan tenda, perahu evakuasi, hingga penyiapan gudang logistik untuk memastikan distribusi bantuan bisa dilakukan cepat bila bencana terjadi.
"Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Jika bencana terjadi, semua sudah terkomando dengan baik," tegas Edy.
Dengan meningkatnya intensitas hujan, Pemprov Riau mendorong seluruh daerah segera memperkuat mitigasi agar masyarakat lebih terlindungi dan penanganan bencana bisa dilakukan secara maksimal.*