Jan 2026
14

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Anak-Anak Korban Galodo di Agam Dibimbing untuk Pulih
nasional | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:35:13 WIB
Editor : Linda | Penulis : Rls/Linda

AGAM – Rintik hujan yang kembali turun di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (10/12/2025), kembali membuka luka batin yang belum pulih.

 Di SDN 09 Gumarang, suasana pagi tampak sayu ketika seorang guru agama, Wilda Ariani, datang sambil menggandeng dua anaknya yang kini hidup dalam bayang-bayang trauma pasca bencana galodo.

Sejak bencana itu melanda, setiap tetes hujan membuat kedua anak Wilda bernama Nazuratul Husna dan Affan Zafran dicekam ketakutan. Setiap kali langit mulai mendung, keduanya tak jarang bertanya dengan wajah pucat, “Bu, apa doa supaya hujan berhenti?”

Baca :

Pagi itu, Tim Trauma Healing Polda Riau bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIPSI) kembali hadir di sekolah. Mereka mengajak anak-anak bermain, berinteraksi, dan bercerita, sambil perlahan menggali kondisi psikologis yang masih terguncang pascabencana.

Mendengar adanya kegiatan tersebut, Wilda langsung meminta izin kepada kepala sekolah untuk membawa kedua anaknya, meski keduanya sebenarnya bersekolah di tempat lain yang hari itu diliburkan.

"Saya minta izin kepala sekolah untuk membawa dua orang anak saya ke sini,” ujarnya.

Wilda berharap kehadiran anak-anaknya dalam sesi pendampingan ini bisa sedikit melepaskan mereka dari kecemasan yang selalu muncul setiap kali hujan turun.

Wilda telah berupaya menenangkan kedua anaknya. Ia menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat, sumber kehidupan, dan bagian dari karunia Tuhan. Namun penjelasan itu belum mampu meredakan ketakutan mereka.

“Jawabnya ‘iya’, tapi kelihatan pucat mukanya,” tutur Wilda.

Rasa takut itu bahkan membuat anak bungsunya semakin sering salat, jauh lebih sering dari biasanya. “Dia terlalu takut, jadi sering salat. Sebelumnya cuma lima kali. Sekarang jam 10.00 saja dia bilang, ‘salat lagi ya Bu’,” katanya.

Sementara itu, sang kakak justru mengalami sesak napas tiap kali mendengar suara hujan. “Kalau yang tua, kalau sudah hujan katanya sesak dadanya. Makanya saya bawa ke sini supaya bisa mengatasi traumanya,” tambahnya.

Duka yang Masih Menghantui

Trauma itu bukan tanpa sebab. Bencana galodo pada Kamis (27/11/2025) lalu merenggut nyawa paman Wilda, sementara istri pamannya hingga kini belum ditemukan. 

Rumah keluarga mereka pun hancur disapu material galodo. Luka-luka itu masih membekas, terutama di hati kedua anaknya.

Wilda hanya berharap pendampingan ini dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan keadaan psikologis mereka. “Semoga traumanya sedikit berkurang,” ucapnya penuh harap.*

Terbaru
pekanbaru
Pemprov Riau Siapkan Tim Khusus Kejar Pendapatan Daerah
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:14:14 WIB
pekanbaru
Inflasi Riau Dipicu Bencana Sumatera, Pemprov Datangkan Pangan dari Jawa
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:31:22 WIB
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA 2025
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
rohul
Pengurus DPC PJI Rokan Hulu 2026-2029 Dikukuhkan
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:05:00 WIB
sportainment
John Herdman Diperkenalkan Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:01:30 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum
Brigjen Jossy Pamit: Terima Kasih,...
Senin, 12 Januari 2026 | 15:32:02 WIB