|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Tesso Tenggara mengalami luka serius pada kaki kanannya setelah terkena jerat nilon di sekitar areal konsesi salah satu PBPH di Provinsi Riau.
Kabar keberadaam anak gajah itu didapat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari masyarakat melalui call center yang masuk pada Senin, 1 Desember 2025.
"Anak gajah itu tertinggal dari rombongannya," ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Kamis (11/12/2025) malam.
Menindaklanjuti informasi itu, ia langsung menurunkan Tim Rescue Wildlife Unit (WRU) yang beranggotakan dokter hewan dan mahout untuk melakukan pengecekan serta tindakan medis.
Sesampainya di lapangan, tim BBKSDA Riau bersama mitra menemukan seekor anak gajah liar, berjenis kelamin betina, diperkirakan berusia dua tahun, dengan berat sekitar 400 kilogram dan tinggi 178 sentimeter.
"Kaki kanan bagian depan terlihat mengalami luka serius," kata Supartono.
Setelah dilakukan pembiusan, tim menemukan jerat tali nilon yang melilit kaki gajah tersebut. Tim kemudian memberikan serangkaian pengobatan.
"Dilakukan terapi cairan untuk mencegah dehidrasi, pemberian vitamin untuk meningkatkan kondisi tubuh, antibiotik guna menangani infeksi sekunder, serta obat antiradang dan antiinflamasi.
Luka terbuka pada kaki kanan juga dibersihkan dan ditangani secara intensif," jelas Supartono.
Proses pengobatan berlangsung selama tiga jam. Usai tindakan medis, anak gajah tersebut dilepasliarkan kembali ke lokasi awal dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya di kantong Tesso Tenggara, yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 individu.
Dijelaskan Supartono, beberapa hari berikutnya dilakukan pemantauan menggunakan drone serta pengawasan langsung di lapangan. Hasil monitoring menunjukkan anak gajah tersebut telah kembali bergabung dengan rombongannya.
"Selama proses pemantauan, tim bekerja dengan kewaspadaan tinggi karena kelompok gajah liar berada pada jarak sekitar satu kilometer," tuturnya.
Supartono menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang bekerja maksimal di lapangan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut membantu kelancaran proses penyelamatan dan pengobatan anak gajah liar tersebut. *