|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan signifikan volume lalu lintas selama arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Berdasarkan evaluasi operasional periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total kendaraan yang melintas di ruas tol operasi mencapai 2.491.021 kendaraan, atau naik 43,32 persen dibandingkan trafik normal serta meningkat 7,63 persen dibandingkan Nataru 2024/2025.
Puncak arus mudik terjadi pada 21 Desember 2025 dengan 140.419 kendaraan, meningkat 38 persen dari kondisi normal. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 154.420 kendaraan, atau melonjak 78,33 persen dibandingkan hari biasa.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan berbasis data.
"Kami memantau pergerakan kendaraan setiap hari dan menyiapkan langkah antisipasi di lapangan agar arus lalu lintas tetap terkendali, terutama saat puncak mudik dan arus balik," ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan Tol Kuala Tanjung–Sinaksak menjadi ruas dengan volume lalu lintas tertinggi selama Nataru, yakni 599.514 kendaraan. Tingginya trafik dipengaruhi peran ruas tersebut sebagai koridor vital penghubung mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata, khususnya dari dan menuju kawasan Kuala Tanjung serta Sinaksak.
Sementara itu, Tol Sigli–Banda Aceh mencatat kenaikan persentase tertinggi, yakni 87,50 persen dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal. Lonjakan ini didorong oleh pengoperasian ruas fungsional Seksi Padang Tiji–Seulimeum, yang memperkuat alternatif jalur dan meningkatkan konektivitas perjalanan di wilayah Aceh selama libur Nataru.
"Data ini tidak hanya menunjukkan besarnya trafik, tetapi juga membantu kami memetakan titik dan waktu yang membutuhkan penguatan layanan, sehingga respons di lapangan bisa lebih cepat dan tepat sasaran," tambah Mardiansyah.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, Hutama Karya memberlakukan potongan tarif tol pada periode arus Natal 22–24 Desember 2025 dan arus Tahun Baru 31 Desember 2025–1 Januari 2026 di sejumlah ruas strategis, antara lain :
Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung
Tol Indralaya–Prabumulih
Tol Pekanbaru–Dumai
Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar
Tol Indrapura–Kisaran
Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat
Tol Sigli–Banda Aceh
Selain itu, Hutama Karya juga mengoperasikan ruas tol fungsional untuk memperkuat akses selama Nataru. Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 dengan total trafik hingga 4 Januari 2026 mencapai 37.138 kendaraan. Sementara Tol Palembang–Betung Seksi 2 yang dibuka pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencatat 45.358 kendaraan.
Pengoperasian Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 juga berperan penting dalam mendukung distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir selama periode libur.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Hutama Karya menghadirkan fasilitas Work From Anywhere (WFA) pada 29–31 Desember 2025 di sejumlah rest area, seperti Tol Pekanbaru–Dumai, Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, dan Tol Indralaya–Prabumulih. Fasilitas ini dilengkapi co-working space, free Wi-Fi, dan sarana pendukung lainnya.
Tak hanya itu, pos pelayanan dengan berbagai fasilitas tambahan seperti kursi pijat, area istirahat, kopi gratis, charging station, dan free Wi-Fi juga disiapkan di rest area dengan trafik tinggi, di antaranya Rest Area Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung KM 215 Jalur B dan KM 234 Jalur A, serta Rest Area Tol Pekanbaru–Dumai KM 45 dan KM 65.
"Kami ingin memastikan pengguna jalan tetap nyaman, bugar, dan fokus selama perjalanan, termasuk bagi mereka yang menerapkan WFA," kata Mardiansyah.
Salah satu pengguna jalan, Tolusa Ramadhona, warga Palembang yang melintas di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, mengaku potongan tarif sangat membantu. "Biaya perjalanan jadi lebih ringan, jadi masih ada sisa untuk kebutuhan lain selama liburan," ujarnya.
Hutama Karya menilai pelayanan Nataru 2025/2026 di JTTS berjalan dengan baik berkat kesiapan operasional, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta dukungan fasilitas layanan pengguna di titik-titik strategis. Seluruh catatan evaluasi ini akan menjadi dasar penyempurnaan layanan, sekaligus rujukan utama dalam menyiapkan pelayanan Mudik Lebaran 2026.
Sejalan dengan penguatan konektivitas Sumatra, sepanjang 2025 Hutama Karya juga telah mengoperasikan tiga seksi baru dan satu junction, yakni Tol Binjai–Langsa Seksi Tanjung Pura–Pangkalan Brandan, Tol Pekanbaru–Padang Seksi Padang–Sicincin, Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Tempino–Ness, serta Junction Palembang.
"Evaluasi ini menjadi fondasi penting bagi peningkatan layanan kami ke depan. Target kami jelas, menghadirkan perjalanan yang semakin aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh pengguna JTTS," tutup Mardiansyah.*