|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Penetapan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan bersama mengantisipasi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan saat dihubungi Metro Riau, pada Kamis (11/12) malam.
"Sedang dibuatkan draft. Dalam beberapa hari ini juga akan ada rakor (rapat koordinasi) kesiapsiagaan bencana, rencananya pada Rabu mendatang," ujar Zulfan.
Zulfan menyebutkan, meski belum menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, Pemkab Pelalawan tetap waspada dan melakukan pemantauan secara intens.
"Kita kemarin mau menetapkan namun saat itu curah hujan belum tinggi dan keadaan bendungan PLTA Koto Panjang masih kering, jadi saat itu kita mengimbau untuk waspada, namun belum menetapkan status siaga bencana," paparnya.
Informasi yang dihimpun pada Kamis (11/12), 10 daerah di Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Daerah tersebut adalah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Siak, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Kuantan Singingi (Kuansing), Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kampar, dan Indragiri Hulu (Inhu).
Kampar dan Inhu menjadi dua daerah teranyar yang menetapkan status tersebut, untuk mengaktifkan status kewaspadaan menghadapi potensi banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.*