|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU-Jika tak ada aral melintang,Sabtu malam (7/2/2025) ini akan dilangsungkan pertemuan silahturahmi antara Perwakilan Pengurus Ikatan Keluarga Buktinggi Agam (IKBA), Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Provinsi Riau (IKLA PR) dan Ikatan Keluarga Luhak Agam Rumah Gadang Saiyo (IKLA RGS). Ketiganya adalah orgnisasi Paguyuban Warga Riau yang berasal dari Kabupaten Agam dan Kota Bukitinggi.
Pertemuan yang diprakarsai Tim 9 Rencana Penyatuan Paguyuban Luhak Agam Provinsi Riau ini dilaksanakan di Radjo Kopi Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Pertemuan nantinya dihadiri seluruh anggota Tim 9, serta utusan IKBA, IKLA PR dan IKLA RGS yang sudah mendapat mandat dari Pengurusnya masing-masing. Tujuan pertemuan hanya satu yakni menyatukan ketiga organisasi Paguyuban asal Luhak Agam yakni Kabupaten Agam dan Bukitinggi dalam satu oragnisasi.
Ketua Tim 9 Rencana Penyatuan Paguyuban Luhak Agam Provinsi Riau, AKBP (Purn) Daryen Dahar mengungkapkan, proses rencana penyatuan tiga organisasi Paguyuban asal Luhak Agam ini sudah berjalan lama. Sejumlah tahapan sudah dilakukan, Tim 9 yakni bersilahtrahmi dengan masing-masing Paguyuban sembari menjajaki kemungkinan Bersatu dalam satu organisasi. "Pada setiap pertemuan, baik dengan Ketua dan Pengurus IKBA, Ketua dan Pengurus IKLA PR maupun Ketua dan Pengurus IKLA RGS selalu mendapat sambutan positif. Hingga masing-masing pengurus mengirimkan utusannya dengan surat mandat dan mengadakan pertemuan malam ini untuk menfinalkan penyatuan itu," katanya.
AKBP Daryen Dahar lebih jauh mengatakan,salah satu latar belakang munculnya ide menyatukan ketiga organisasi Paguyuban kedalam satu organisasi adalah secara history beberapa tahun yang lalu hanya ada satu organisasi Peguyuban Luhak Agam di Provinsi Riau. Selanjutnya karena dinamika organisasi kini menjadi tiga.
"Meski secara umum tak ada masalah antar ketiga organisasi, baik antar pengurus maupun antar organisasi, namum banyak masyarakat Riau asal Luhak Agam yang berharap Paguyuban Luhak Agam bersatu. Terutama dunsanak-dunsanak di daerah. Mereka bingung ikuik kamano.Sementara jumlah mereka sedikit di daerah,"ujar Daryen.
Daryen mengatakan, Tim 9 sebagai tim yang memprakarsai pertemuan sangat berharap ketiga organisasi Paguyuban Luhak Agam bersatu dalam satu organisasi. "Dengan Motto Basatu Kito Gadang, Basamo Mangko Manjadi (Bersatu kita besar, Bersama akan menjadi red) maka kita harap persatuan akan terjadi malam ini," harapnya.
Diungkapkan banyak dukungan dari pemuka-pemuka Warga Riau asal Luhak Agam yang berharap penyatuan benar-benar terealisasi. "Kita doakan penyatuan ketiga organisasi paguyuban terwujud malam ini, Kita serahkan kepada Allah SWT karena sesungguhnya Allah lebih suka dengan persatuan dan kesatuan dan hambanya yang merawat silahturahmu,"pungkasnya**