Jun 2026
18

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Riau Punya Modal Besar Jadi Pusat Pangan, Energi dan Perdagangan Global
pekanbaru | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:09:01 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi

PEKANBARU - Provinsi Riau memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah strategis dalam peta ekonomi global. Didukung kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta posisi geografis yang berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Riau dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi berbagai perubahan ekonomi dunia.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Pekan Olahraga, Diskusi Ilmiah, dan Seni Nasional (Porsidinas) Forum Mahasiswa KIP-K 2026 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Senin (15/6/2026).

Dalam pemaparannya, Syahrial menjelaskan sektor perkebunan masih menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian Riau. Saat ini, Riau memiliki sekitar 3,8 juta hektare perkebunan kelapa sawit, lebih dari 422 ribu hektare perkebunan kelapa, serta lebih dari 500 ribu hektare perkebunan karet.

Baca :

Menurutnya, kebutuhan dunia saat ini tengah bergeser ke arah industri hijau, energi baru terbarukan, ketahanan pangan, dan rantai pasok global yang lebih efisien. Menariknya, berbagai komoditas yang dibutuhkan pasar internasional tersebut banyak tersedia di Riau.

"Hampir seluruh komoditas strategis yang sedang dicari dunia saat ini dimiliki oleh Riau. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk mengambil peran penting dalam perkembangan ekonomi global," ujar Syahrial.

Ia menambahkan, potensi energi baru terbarukan di Riau juga cukup besar, terutama melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi bioenergi. Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan menjadi kekuatan yang dapat mendukung ketahanan pangan nasional maupun internasional.

Tak hanya unggul dari sisi sumber daya alam, Riau juga memiliki keuntungan geografis karena berada di kawasan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran dan perdagangan tersibuk di dunia. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Riau untuk berkembang menjadi pusat logistik, investasi, dan perdagangan internasional.

Meski demikian, Syahrial menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Karena itu, mahasiswa penerima beasiswa KIP-K diharapkan dapat menjadi generasi yang mampu memanfaatkan peluang tersebut dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

"Pendidikan merupakan investasi utama untuk mengubah potensi yang dimiliki Riau menjadi kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.*

Terbaru
Artikel Popular
2
politik
hukum
Nasional