Jul 2026
14

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
BRI Penyumbang Pajak Terbesar di Industri Keuangan, Setor Rp8,1 Triliun pada Kuartal I 2026
etalase | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:29:39 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo/rls

PEKANBARU – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan perannya sebagai salah satu penyumbang penerimaan negara terbesar dari sektor jasa keuangan. Bertepatan dengan peringatan Hari Pajak Nasional yang jatuh setiap 14 Juli, BRI menyoroti komitmennya dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional.

Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat kontribusinya terhadap penerimaan negara melalui pembayaran pajak dan dividen. Sepanjang kuartal I 2026, total setoran BRI secara konsolidasian mencapai Rp19,1 triliun, terdiri atas Rp8,1 triliun pembayaran pajak dan Rp11 triliun dividen tahun berjalan.

Konsistensi kontribusi tersebut juga terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, BRI menyetor Rp50,5 triliun kepada negara, yang terdiri dari Rp27,3 triliun pajak dan Rp23,2 triliun dividen.
Setahun kemudian, total setoran meningkat menjadi Rp57,6 triliun, dengan rincian Rp31,9 triliun pajak dan Rp25,7 triliun dividen.

Baca :

Sementara pada 2025, BRI kembali memberikan kontribusi sebesar Rp55,8 triliun, terdiri dari Rp28,1 triliun pembayaran pajak dan Rp27,7 triliun dividen tahun berjalan. Adapun kontribusi pajak tersebut mencakup berbagai jenis kewajiban kepada negara, mulai dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan Badan, Bea Meterai, hingga pajak daerah.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Badan Pengelola BUMN dan Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai tambah (value creation) yang berkelanjutan bagi negara.

"Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari kontribusi langsung bagi kemajuan bangsa," ujar Hery.

Ia menambahkan, besarnya kontribusi BRI kepada negara mencerminkan posisi strategis perseroan dalam memperkuat struktur fiskal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi tersebut didukung oleh kinerja bisnis yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global. Hingga akhir kuartal I 2026, BRI Group membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun.

Selain itu, total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp2.250 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan juga meningkat 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1.555,1 triliun, tumbuh 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) semakin dominan dengan nilai Rp1.058,6 triliun, setara 68,07 persen dari total DPK, meningkat dibandingkan posisi kuartal I 2025 yang sebesar 65,77 persen.

Hery menegaskan, momentum Hari Pajak Nasional menjadi pengingat bahwa penciptaan nilai yang dilakukan BRI harus diwujudkan melalui manfaat nyata bagi negara.

"Bersama Danantara Indonesia, BRI akan terus mengakselerasi pertumbuhan yang berkualitas sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat semakin optimal melalui penerimaan pajak negara," pungkasnya.*

Terbaru
Artikel Popular
politik
Legislator Dorong Meranti Masuk RUU Daerah...
Kamis, 9 Juli 2026 | 20:30:06 WIB
hukum
Nasional
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah...
Senin, 13 Juli 2026 | 20:16:32 WIB