|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Persoalan pengelolaan sampah dan minimnya budaya penghijauan di lingkungan permukiman masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Merespons hal tersebut, Kelompok FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Sri Meranti menggelar aksi nyata bertajuk Green Action di Balai Pemuda Kelurahan Sri Meranti, Senin (13/7/2026).
Dalam kegiatan ini, mahasiswa FBN tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi langsung menghadirkan langkah konkret melalui edukasi pemilahan sampah, penyerahan fasilitas bank sampah, serta pembagian bibit tanaman kepada masyarakat.
Pada sesi sosialisasi, warga diajak untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing. Langkah ini dinilai penting agar sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan, dikelola, dan dimanfaatkan kembali, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat.
Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa FBN menyerahkan tiga unit bank sampah kepada masyarakat Sri Meranti. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi warga dalam membangun sistem pengumpulan dan pemilahan sampah secara berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, kegiatan ini juga menyentuh aspek penghijauan. Melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), mahasiswa FBN menyalurkan bibit tanaman kepada warga. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di lingkungan sekitar guna meningkatkan ruang terbuka hijau dan kualitas lingkungan permukiman.
Humas FBN Sri Meranti, Rahmy Asshyfa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan.
“Green Action kami hadirkan sebagai langkah kecil yang kami harapkan mampu memberikan dampak besar bagi lingkungan. Melalui edukasi pemilahan sampah, penyerahan bank sampah, dan pembagian bibit tanaman, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kebiasaan yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak agar gerakan ini dapat terus berlanjut.
Ke depan, sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan program, tetapi mampu menciptakan lingkungan Sri Meranti yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. *