|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Gerakan Pramuka didorong mengambil peran lebih besar dalam mendukung swasembada pangan sekaligus membentuk generasi muda Riau yang berkarakter, mandiri, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi saat memimpin upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (18/8/2026).
Mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045", peringatan Hari Pramuka tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi kepanduan tersebut agar tidak hanya bergerak dalam kegiatan seremonial, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan pembangunan dan persoalan di tengah masyarakat.
Syahrial Abdi mengatakan, perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi bangsa yang beriman, bertakwa, disiplin, bertanggung jawab, mencintai Tanah Air, serta memiliki semangat pengabdian.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma harus terus ditanamkan kepada generasi muda di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
"Pramuka harus terus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk anak-anak muda agar tangguh menghadapi perubahan. Kemampuan teknologi dan pengetahuan akan semakin bermanfaat apabila dibarengi karakter, etika, gotong royong, serta rasa tanggung jawab," ujarnya.
Ia menegaskan, dukungan terhadap swasembada pangan juga tidak sebatas kegiatan bercocok tanam atau menghasilkan bahan pangan. Lebih jauh, terdapat aspek pendidikan, keterampilan, teknologi, pengelolaan sumber daya, kewirausahaan, hingga kemampuan generasi muda dalam membaca dan menyelesaikan persoalan di lingkungan masing-masing.
Karena itu, kegiatan kepramukaan perlu dikembangkan menjadi ruang bagi anggota untuk berkreasi, menciptakan inovasi, sekaligus menghasilkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Swasembada pangan bukan hanya berbicara mengenai kegiatan menanam atau menghasilkan bahan pangan. Di dalamnya ada pendidikan, keterampilan, teknologi, pengelolaan sumber daya, kewirausahaan, dan kesiapan generasi muda untuk memahami persoalan yang ada di lingkungan mereka," jelasnya.
Syahrial juga mengingatkan pentingnya generasi muda menyikapi perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, secara bijak. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan karakter dan tanggung jawab sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan menyelesaikan berbagai persoalan.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Riau Irwan mengatakan, peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian sekaligus kemandirian anggota Pramuka di Bumi Lancang Kuning.
Ia menilai perkembangan zaman menuntut Gerakan Pramuka terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
Menurutnya, kegiatan Pramuka harus memberikan pengalaman yang relevan dengan kehidupan generasi muda. Kreativitas, inovasi, keterampilan, dan kemandirian perlu dikembangkan melalui berbagai kegiatan di gugus depan.
"Pendidikan Pramuka harus mampu memberikan pengalaman yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Karena itu, kreativitas, inovasi, keterampilan, dan kemandirian perlu terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan di gugus depan," katanya.
Irwan menyebut sektor pangan menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan dalam kegiatan kepramukaan. Anggota Pramuka dapat dikenalkan dengan berbagai potensi daerah, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, pengelolaan lingkungan hingga kewirausahaan.
Dengan demikian, kegiatan Pramuka tidak berhenti pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan produktif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan seperti bercocok tanam, pengelolaan lingkungan, peternakan, perikanan, dan kewirausahaan dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan Pramuka. Dengan demikian, anggota tidak hanya memperoleh keterampilan kepramukaan, tetapi juga pengalaman yang memiliki nilai produktif," ungkapnya.
Ia menambahkan, generasi muda harus dipersiapkan sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat. Untuk itu, Kwarda Riau akan terus mendorong kegiatan yang membuka ruang bagi anggota Pramuka untuk mengenali potensi daerah, mengembangkan gagasan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
"Kami ingin Pramuka di Riau tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi hadir melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Anak-anak Pramuka harus memiliki keberanian untuk berkreasi, mencoba hal baru, dan menghasilkan sesuatu yang dapat berguna bagi masyarakat," tutup Irwan.*