|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

RENGAT - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) telah mencapai 80 persen. Proses penanggulangan di lapangan saat ini berfokus pada upaya pendinginan untuk memadamkan sisa-sisa titik asap.
Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan Karhutla tersebut tidak terlepas dari peran serta, arahan, dan peninjauan langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, yang turun langsung ke lapangan hingga upaya pemadaman ini membuahkan hasil," ujar Ade Agus Hartanto di Rengat, Senin (14/9/2026).
Ade mengungkapkan, Karhutla di Kabupaten Inhu telah berlangsung cukup panjang, yakni mencapai 42 hari. Lokasi pemadaman terlama berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan.
Menurutnya, pengarahan dari Kapolda dan Pangdam membuat langkah penanganan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBDPKP Inhu, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, serta warga setempat menjadi lebih terarah dan solid.
"Semangat gotong royong sangat terasa dalam menghadapi bencana ini. Budaya gotong royong seperti ini kami harapkan dapat terus dipertahankan di tengah masyarakat," tambahnya.
Mengingat potensi curah hujan di wilayah Inhu diproyeksikan masih sangat rendah dalam beberapa pekan ke depan, Bupati mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melonggarkan kewaspadaan. Risiko terjadinya Karhutla susulan dinilai masih cukup tinggi selama musim kemarau panjang berlangsung.
Sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan, Pemkab Inhu telah menginstruksikan para camat, kepala desa, hingga lurah untuk segera mendirikan Posko Tanggap Darurat Karhutla di wilayah masing-masing.
"Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama agar kejadian Karhutla tidak terulang kembali," tegasnya.*