|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

MUSI BANYUASIN – Komitmen terhadap kesehatan dan kemanusiaan diwujudkan Minamas Plantation melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan PT Guthrie Pecconina Indonesia (PT GPI) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin. Bertempat di Mess Rantau Panjang Estate dan Klinik Napal Estate, Jumat (30/10), kegiatan ini berhasil menghimpun 74 kantong darah yang selanjutnya diserahkan kepada PMI Kabupaten Musi Banyuasin untuk mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Mengusung tema “Ayo Donor Darah: Selamatkan Jiwa, Sehatkan Raga”, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan di bidang kesehatan sekaligus membawa pesan tentang pentingnya empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dalam membangun kehidupan masyarakat yang sehat dan berdaya.
Sebanyak 74 kantong darah yang berhasil dihimpun mencerminkan partisipasi dan kepedulian para pendonor dalam mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan. Lebih dari sekadar kegiatan sosial, donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata karena setiap kantong darah berpotensi membantu pasien yang membutuhkan transfusi, baik dalam kondisi darurat maupun selama proses pengobatan.
Dokter PT Guthrie Pecconina Indonesia, dr. Arif Kuswahyu Hertanto, menjelaskan bahwa ketersediaan darah merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan donor darah secara sukarela dan berkala perlu terus ditingkatkan.
"Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh orang lain, bahkan menjadi bagian dari upaya menyelamatkan nyawa. Selain memberikan manfaat bagi penerima, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya hidup sehat, empati, dan kepedulian sosial. Karena itu, kesadaran untuk mendonorkan darah secara sukarela dan berkala perlu terus dibangun," ungkap dr. Arif.
Area Controller Sumatera Selatan PT Guthrie Pecconina Indonesia, M.Romdhon, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
"Keberlanjutan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja operasional dan pencapaian bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Melalui kolaborasi dengan PMI Kabupaten Musi Banyuasin, kami mengambil bagian dalam mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ketersediaan darah. Kami meyakini bahwa kemitraan antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan memiliki peran penting dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas serta memperkuat kepedulian sosial secara berkelanjutan," ujar M.Romdhon.
Kolaborasi PT GPI dan PMI Kabupaten Musi Banyuasin menjadi contoh pentingnya sinergi antara sektor swasta dan lembaga kemanusiaan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui peran PMI dalam pengelolaan dan penyaluran darah, hasil kegiatan donor ini dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan pelayanan transfusi darah. Dengan demikian, kontribusi para pendonor tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan darah, tetapi berlanjut menjadi dukungan nyata bagi pasien yang membutuhkan.
Sejalan dengan semangat peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, kegiatan ini juga mengingatkan bahwa kesehatan dan kesejahteraan manusia tidak terlepas dari lingkungan sosial yang suportif dan berlandaskan empati. Kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat solidaritas dan hubungan antarsesama.
Bagi Minamas Plantation, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan kontribusi positif melalui program tanggung jawab sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemangku kepentingan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, perusahaan terus mendorong terciptanya hubungan yang konstruktif antara dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sebanyak 74 kantong darah yang berhasil dihimpun menjadi bukti bahwa kepedulian kolektif dapat memberikan arti besar bagi kehidupan orang lain. Sebuah tindakan sederhana dari para pendonor yang dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.(lin)