Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Dinsos Dumai Fasilitasi Rehab ODGJ
dumai | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : Bambang
ilustrasi

DUMAI - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Dumai, mengatakan, masih banyak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Dumai yang terlantar. Hingga Juni 2019 Dinsos Kota Dumai sudah memfasilitasi rehabilitasi 20 penderita ODGJ dan orang terlantar.

Menurut Kepala Dinsos Dumai, Hasan Basri, penanganan ODGJ harus ditempuh secara sinergitas bersama stakeholder dan dinas terkait, tak terkecuali Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). 

"Kita juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan di Pekanbaru, sebagai pusat rehabilitasi," ujarnya, di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Baca :

Hasan Basri menambahkan, teknis penanganannya melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Satpol PP berperan menjaring ODGJ lalu dibawa ke RSUD. Apabila butuh rujukan, Dinsos Kota Dumai akan memfasilitasi rehabilitasi ke Rumah Sakit Jiwa Tampan di Pekanbaru untuk perawatan lebih lanjut.  

"Di sinilah peran dari dinas sosial, salah satu tupoksinya adalah melaksanakan pelayanan dan rehabilitasi sosial. Selain penderita ODGJ, dinsos juga memberikan pelayanan sosial terhadap penyandang cacat dengan pemberian bimbingan fisik, mental dan sosial, serta pelatihan keterampilan agar mampu mandiri dan berperan aktif kembali dalam masyarakat," terangnya.

Sebelumnya, lanjut Hasan Basri, Dinsos Dumai juga telah meluncurkan kartu penyandang disabilitas program kementerian sosial. Tahap pertama kartu tersebut diserahkan kepada 31 orang penyandang disabilitas di Kota Dumai.

Hasil pendataan, ada sebanyak 256 penyandang disabilitas namun baru 31 orang penyandang disabilitas yang terverifikasi lengkap, lalu diberi kartu disabilitas. Secara bertahap, kartu akan diberikan untuk para penyandang cacat lainnya, tentunya kepada penyandang disabilitas yang terdaftar di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI.

"Kartu tersebut berguna karena bisa memberikan manfaat, di antaranya akan diintegrasikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mempermudah akses mereka terhadap layanan publik," katanya lagi. 

Kartu itu juga bermanfaat untuk mengidentifikasi jenis disabilitas dan kategorinya. Sehingga pemerintah dapat memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. "Sebagai contoh, pemerintah akan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, terutama terkait pelayanan publik seperti tempat parkir khusus disabilitas," jelas Hasan Basri.

Dengan memegang kartu ini, sambungnya, penyandang disabilitas juga bisa mendapatkan pekerjaan, sebab perusahaan wajib merekrut penyandang disabilitas agar dapat bekerja di perusahaan sesuai keahlian penyandang disabilitas pada setiap penerimaan tenaga kerja baru.

Sebagai wujud kepedulian pemerintah, kata Hasan Basri, selain memfasilitasi rehabilitasi ODGJ, dinsos juga melaksanakan pelatihan disabilitas untuk pembekalan keterampilan.*

Terbaru
sportainment
Tersingkir Dari Piala FA, MU Hampir Dipastikan Tanpa Gelar Musim Ini
Senin, 12 Januari 2026 | 10:27:17 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Hujan Ringan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:23:43 WIB
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum