|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Bawor Jawa Tengah (IKB Jateng) Provinsi Riau Bagus Santoso menyatakan bangga karena IKB Jateng menjadi sarana pemersatu organisasi paguyuban lain yang ada di Riau.
“Apresiasi istimewa untuk Ketum Pakde Urip dan jajaran IKB Jateng sangat peduli terhadap misi mulia nyambung persaudaraan melalui wadah paguyuban,” ujar Bagus yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkalis.
Hal itu disampaikan Bagus dalam kata sambutan saat menghadiri undangan silaturahmi dan tasyakuran 1 tahun berdirinya IKB Jateng Provinsi Riau, Minggu (12/3), di Kota Pekanbaru.
Lebih lanjut dikatakan Bagus, sesuai data jumlah komposisi suku Jawa di Riau sangat strategis karena posisinya menempati terbesar kedua setelah masyarakat tempatan Melayu.
"Mari kita niatkan bersama ambil peran turut andil memajukan pembangunan di bumi tempat kita berpijak sekarang yaitu Riau tercinta," tuturnya.
Bagus yang juga Ketum PAMOR (Pagayuban Masyarakat Solo Riau) menambahkan bahwa IKB Jateng dan paguyuban lainnya telah berbaur bermasyarakat dengan budayanya dan berpegang teguh pada Bhineka Tunggal Ika.
"Kita harus bisa berkontribusi untuk pembangunan di Bumi Lancang Kuning. Nyambung seduluran itu harus kompak, makin guyub dan saling tolong-menolong," ucap Bagus.
Di tempat sama, anggota DPRD Provinsi Riau sekaligus tuan rumah acara, Kasir mengatakan kegiatan ini merupakan cikal bakal refleksi bersama dalam menyambut 1 tahun organisasi IKB Jateng.
"Insyaallah 27 Mei 2023 nanti akan dilaksanakan puncak peringatan HUT IKB Jateng, di dalamnya akan kombinasikan berbagai macam kegiatan di antaranya wayang, campursari, kuda lumping, festival UMKM dan berbagai macam kegiatan lainnya," jelas Kasir.
Ketum IKB Jateng Urip Sutriyanto pada sambutannya menjelaskan latar belakang terbentuknya IKB Jateng. Meurutnya, IKB mewadahi keluarga Jawa yang tergabung di Provinsi Riau yang bermuara pada sosial kemasyarakatan dan budaya.
"IKB membuka untuk semua lini, dan mengangkat ekonomi dari segala komoditi perekonomian yang ada. Kuncinya satu tetap junjung tinggi budaya Melayu yang ada di Provinsi Riau," pungkasnya.*