|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

KUANSING — Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kuantan Singingi (Kuansing), Kompol Novaldi, menjadi korban kecelakaan lalu lintas, Minggu (18/5/2025) dini hari. Dia mengalami patah tulang pergelangan kaki karena ditabrak pebalap liar.
"(Wakapolres Kuansing) Tertabrak pelaku balap liar yang berusaha melarikan diri," ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto.
Anom mengatakan, kecelakaan terjadi di depan Markas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuansing. Ketika itu, polisi kegiatan razia balap liar atau Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kuansing, AKBP Angga Febrian Herlambang dimulai sekitar pukul 00.00 WIB dengan apel gabungan personel dari Satreskrim, Satintelkam, dan Satnarkoba.
Tim kemudian bergerak untuk menertibkan aksi balap liar yang marak terjadi di wilayah tersebut. Seberapa sepeda motor berhasil diamankan, para pelaku balap liar lainnya melarikan diri ke berbagai arah.
"Tidak lama berselang, terdengar suara tabrakan keras antara sepeda motor dan sebuah mobil Toyota Agya berwarna hitam di depan Mako Satlantas," jelas Anom.
Saat personel kepolisian sedang mengamankan lokasi kejadian, sebuah sepeda motor lain datang dari arah depan dan menyerempet Novaldi.
"Wakapolres mengalami patah tulang pada pergelangan kaki bagian bawah dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Prima di Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif," ungkap Anom.
Sementara, pengendara sepeda motor yang menyerempet Wakapolres diketahui bernama Haikal Ramadhan (19), warga Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir. Ia mengalami luka pada siku dan robek di bagian kepala, namun masih dalam keadaan sadar.
Menurut Anom, sepeda motor yang digunakan pelaku merupakan jenis Yamaha Jupiter MX tanpa pelat nomor. "Kendaraan itu dalam kondisi trondol (tidak lengkap secara teknis)," kata Anom.
Pelaku mengalami luka di bagian siku dan kepala, namun dalam kondisi sadar dan saat ini juga dalam penanganan medis. "Saat ini pelaku masih jalan perawatan karena alami luka, kita masih mendalami ya, " ucap Anom.
Saat ini, kasus sedang dalam proses penanganan lebih lanjut oleh aparat kepolisian setempat. "Kasus ditangani pihak berwenang," tutupnya.*