|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau Sri Sadono Mulyanto menyatakan pihaknya akan meng gencarkan razia atau operasi penertiban pegawai yang tidak disiplin, seperti kongko-kongko di warung kopi pada saat jam kerja.
Penertiban pegawai tak disiplin atau nakal itu, menurut Sri Sadono, sesuai dengan instruksi dari Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid. "Razia masih dan akan rutin dilaksanakan," ujarnya saat dihubungi Metro Riau, Senin (3/11).
Razia menyasar kepada pegawai nakal. "Pegawai nakal itu artinya pegawai tidak disiplin, sehingga melanggar Pergub (peraturan gubernur) terkait disiplin ASN (aparatur sipil negara)," katanya.
Ada puluhan pegawai yang terjaring dalam razia pada pekan lalu. "Keberhasilan kegiatan ini adalah dilihat dari semakin sedikitnya ASN yang melanggar aturan dan terjaring. Artinya kesadaran sudah meningkat dan membaik," katanya.
Pria yang akrab disapa Ibeng itu juga menyampaikan bahwa Satpol PP sesuai tugas pokok dan fungsinya adalah penegak peraturan daerah (Perda) dan peraturan kepala daerah (Perkada), selain ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibum Linmas).
Saat menjadi pembina pada apel latihan penyegaran aparatur sipil Pamong Praja Riau di Lapangan Helipad, kompleks kediaman Gubri, Pekanbaru, Senin, Gubri Abdul Wahid memberikan instruksi tegas kepada Satpol PP untuk memperkuat pengawasan dan penertiban disiplin pegawai. Ia menilai kedisiplinan adalah kunci utama keberhasilan birokrasi.
Menurutnya, Satpol PP merupakan unsur yang mempunyai fungsi membantu Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan pelayanan dan dedikasi terhadap masyarakat.
Diakuinya, akhir-akhir ini Satpol PP telah melakukan tugas dan fungsinya dengan cukup bagus.
"Apel ini dalam rangka penyegaran karena yang ditugaskan ke Satpol PP, banyak yang belum berfungsi. Diperkuat fungsinya, jadi Satpol PP betul-betul menjadi penegak kedisiplinan," ujar Gubri seperti dirilis situs resmi Pemerintah Provinsi Riau.
Gubri menegaskan, ia ingin Satpol PP benar-benar menertibkan dan mendisiplinkan pegawai yang tidak patuh peraturan. Ia katakan, kedisiplinan bukanlah suatu hal yang dimiliki semua orang.
"Banyak orang pintar dan hebat, tapi tidak semua bisa disiplin. Disiplin itu susah kalau tidak terbiasa. Mengapa negara tidak teratur? Mengapa negara tidak baik-baik? Karena memang kedisiplinan menjadi hal utama dari semua persoalan, peraturannya ada tapi tidak dilaksanakan," tutur Gubri.
Untuk itu, Gubri meminta jajaran Satpol PP untuk tidak segan-segan menindak seluruh pegawai yang berkeliaran di luar selama jam kerja. Ia tidak melarang para pegawai untuk istirahat atau 'nongkrong' di luar selama itu bukan merupakan jam kerja.
"Karena tugas Satpol PP untuk menjaga rasa aman dan kepercayaan masyarakat, juga menjaga nama baik daerah. Satpol PP harus tegas tapi tetap beretika, kuat tapi tetap manusiawi. Itulah Satpol PP yang saya mau," terangnya.
Gubri juga mengingatkan Satpol PP untuk terus menjadi contoh bagi pegawai yang lain. Seluruh personel harus menjadi pribadi yang menertibkan, bukan ditertibkan. *