Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Antisipasi Bahaya Narkotika, BNN Lakukan Penyuluhan di SMAN 1 Bangko
rohil | Kamis, 20 November 2025 | 16:40:50 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : afrizal

BAGANSIAPIAPI - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada siswa-siswi SMAN 1 Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (20/11). Kegiatan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.  

Kepala BNN Dumai, AKBP Sasli Rais SH, menyampaikan bberdasarkan data survei, tingkat penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja masih cukup tinggi. Hal ini menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan penyuluhan secara berkelanjutan.  

“Kegiatan bukan hanya dilaksanakan di SMAN 1 Bangko saja, tetapi akan terus digelar di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Rokan Hilir,” ujar Sasli Rais usai memberikan materi penyuluhan.  

Baca :

Menurutnya, siswa merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibentengi dari pengaruh buruk narkotika. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka mampu menolak ajakan maupun bujukan untuk mencoba barang haram tersebut.  

Mantan Kapolsek Bangko itu menjelaskan, wilayah Rokan Hilir memiliki garis pesisir sepanjang lebih dari 230 kilometer lebih. Kondisi ini menjadikan daerah tersebut rawan sebagai pintu masuk narkotika dari luar negeri.  

Banyaknya pelabuhan tikus di sepanjang pesisir juga memperbesar peluang masuknya narkotika secara ilegal. Karena itu, pengawasan di wilayah ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum.  

BNN telah melakukan pemetaan dan monitoring terhadap sejumlah titik rawan. Beberapa daerah yang dinilai berisiko tinggi antara lain Kecamatan Sinaboi, Panipahan, Kubu, dan Pulau Halang.  

Daerah-daerah tersebut sulit dijangkau melalui jalur darat karena akses yang terbatas. Kondisi ini membuat pengawasan semakin sulit, sehingga diperlukan strategi khusus untuk menutup celah masuknya narkotika.  

Ke depan, BNN berkomitmen meningkatkan pengawasan di wilayah pesisir tersebut. Sasli Rais menegaskan pentingnya kolaborasi dengan unsur pemerintah daerah agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif.  

Selain pemerintah, masyarakat juga diharapkan berperan aktif. BNN berencana membentuk penggiat anti narkotika di berbagai tingkatan, mulai dari kelurahan, desa, RT, sekolah, komunitas remaja, hingga karang taruna.  

Dengan semakin banyak komunitas yang terbentuk, diharapkan pencegahan terhadap pengaruh narkotika dapat lebih solid. Sasli Rais menekankan bahwa perlindungan generasi muda, khususnya di Bagansiapiapi, menjadi prioritas utama dalam menjaga masa depan bangsa.*

Terbaru
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
etalase
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026
Jumat, 9 Januari 2026 | 17:12:03 WIB
potensa
Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Naik
Jumat, 9 Januari 2026 | 10:53:27 WIB
etalase
Tutup Buku Tahun 2025, Dana Tabungan BRK Syariah Tumbuh 7 Persen
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:15:19 WIB
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi Lokal
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum