|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Dinas Pendidikan Provinsi Riau memastikan akan segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kasus bullying dan menghalau potensi masuknya paham radikal di lingkungan sekolah menengah (SMA/SMK). Kebijakan merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Upaya ini, katanya, krusial untuk memperkuat sistem pengawasan di sekolah.
"Koordinasi ini penting agar sekolah tetap menjadi ruang aman bagi seluruh siswa," ujar Erisman di Pekanbaru, Rabu (26/11/2025).
Erisman menegaskan langkah pencegahan tersebut merupakan respons atas tragedi yang menimpa siswa SDN 108 Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. Kasus kekerasan itu, menurutnya, harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
"Kami tidak ingin insiden seperti di SDN 108 kembali terjadi. Karena itu, koordinasi dengan Disdik Pekanbaru menjadi prioritas untuk memperkuat pencegahan bullying di SMA dan SMK," tegasnya.
Selain persoalan bullying, Disdik Riau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya paham radikal di kalangan pelajar. Sejumlah laporan telah diterima yang mengindikasikan adanya upaya memengaruhi siswa di sekolah menengah.
"Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengancam nilai-nilai kebangsaan," kata Erisman.
Ia menekankan pentingnya memperkuat peran guru, pengawas sekolah, serta satuan pendidikan untuk memastikan pengawasan berjalan efektif dan responsif.
Sebagai bentuk komitmen, Disdik Riau akan meningkatkan pembinaan karakter di sekolah, memperluas sosialisasi bahaya radikalisme, serta memastikan setiap sekolah memiliki sistem pelaporan cepat jika muncul indikasi kekerasan atau penyebaran paham berbahaya.
"Upaya bersama ini diharapkan mampu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan," tutup Erisman.*