|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

RENGAT - Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto didampingi Sekda Zulfahmi Adrian beserta Kepala OPD dan Instansi terkait melakukan inspeksi (sidak) harga bahan pokok, ketersediaan stok pangan, hingga penataan lapak penjual ke pasar Rakyat Rengat, akhir pekan lalu.
Peninjauan di pasar rakyat Kota Rengat, Bupati Ade berserta rombongan memantau dan mendengar keluhan para pedagang.
Dari pantauan di lapangan, harga ikan dan ayam masih dalam kondisi stabil, demikian dengan sayur. Namun beberapa kenaikan harga ada pada cabai merah minang di harga Rp. 110.000 Per kilogram sementara bawang merah Rp. 55.000 Per Kilogram.
Kenaikan bahan pokok cabai itu diprediksi dampak dari distribusi yang terkendala dalam perjalanan dari banjir yang menimpa Provinsi Sumatera Barat.
Dari lapak sayur dan bumbu, Bupati Ade meninjau area lokasi pasar dekat parkiran dan gerbang pasar, Ade menerima keluhan pedagang yang mengaku sulit menepatkan lapak dagangannya dan sering sekali mendapatkan perlakuan pungli.
Menindaklanjuti itu Bupati Ade berkoordinasi dengan Sekda Zulfahmi untuk memberi arahan kepada Disperindag dan Satpol mengatur ekosistem penataan pasar yang memiliki SOP agar penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi dengan nyaman.
"Iya bu makanya saya ingin pasar utama kita ini rapi, saya akan menindaklanjuti pungli yang menjual lapak kepada pedagang, kita usut kita rapikan Insya Allah sampai ke infrastrukturnya. Sehingga tidak ada pengaduan lagi baik dari pedagang maupun konsumen," tegas Ade pada salah satu pedagang yang mengeluh.
Usai melakukan Sidak Ke Pasar Rakyat, Bupati Ade memberikan instruksi lanjut kepada Sekda untuk meninjau ketersediaan Beras di Bulog dan Toko Distributor Sembako.
Sekda Zulfahmi bergerak menuju Gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan beras SPHD tercukupi sampai akhir tahun, dikatakan oleh Kepala Perum Bulog Wilayah Inhu masih ada sekitar 46 ton stok beras didalam gudang.
"Kita perlu data utama baik dari pihak bps, dinas dan camat dilapangan untuk memastikan beras subsidi dari bulog ini tepat sasaran, jadi masyarakat terbantu dengan harga beras yang terjangkau," tutur Sekda.
Dari Gudang Bulog, Zulfahmi bertolak menuju Toko Wijaya yang menjadi toko distributor terbesar di Inhu untuk memastikan stok dan harga beras
"Karena apabila stok barang kosong harga, barang akan naik ini saya minta Disperindag melakukan pengawasan wilayah peredaran sembako. Tidak boleh berada lebih banyak diluar Inhu, harus pastikan ketersediaan di Inhu tercukupi dulu," tegasnya.
Zulfahmi meminta semua pihak bisa berkoordinasi untuk menghindari kelangkaan bahan pokok yang beredar di masyarakat terutama saat menghadapi situasi penetapan bencana hidrometeorologi ke depan.*