|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Peduli terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana.
Memasuki minggu ketiga pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra, relawan Pertamina Peduli bergerak aktif memberikan layanan kemanusiaan, khususnya di bidang kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Relawan dikerahkan ke beberapa titik terdampak, di antaranya Kota Sibolga (Sumatra Utara) dan Aceh Tamiang (Aceh), dengan fokus utama pada layanan medis, distribusi bantuan, serta dukungan psikososial bagi warga.
Di Kota Sibolga, sejak 12 Desember 2025, Pertamina Peduli mendirikan Posko Medis di Terminal BBM Sibolga. Posko ini menjadi pusat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor, dengan tenaga medis yang siaga setiap hari. Rata-rata, posko melayani sekitar 70 warga per hari.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa relawan tidak hanya menunggu warga datang ke posko, tetapi juga aktif melakukan pendekatan jemput bola.
"Relawan Pertamina Peduli hadir langsung di tengah masyarakat. Selain melayani di posko kesehatan, tim medis juga melakukan pemeriksaan door to door, mendatangi rumah warga dan menyusuri permukiman yang terdampak," ujar Baron, Kamis (18/12/2025).
Pendekatan ini dinilai efektif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga dengan keterbatasan mobilitas yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan lapangan, tim medis menemukan banyak warga mengalami luka di kaki akibat tertusuk paku, pecahan kaca, dan benda tajam lainnya, bahkan sebagian sudah mengalami infeksi, termasuk pada anak-anak.
Selain itu, keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit kulit meningkat akibat kondisi lingkungan pascabanjir.
Menurut Baron, kehadiran relawan secara langsung menjadi langkah penting agar penanganan kemanusiaan tidak hanya berfokus pada logistik, tetapi juga pada keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak.
Selain layanan medis, Pertamina Peduli juga menyalurkan bantuan energi dan kebutuhan dasar. Di Aceh Tamiang, Pertamina secara rutin mengerahkan tiga truk tangki air bersih berkapasitas masing-masing 7.000 liter.
Armada ini melayani dua desa terdampak yang dihuni sekitar 300 kepala keluarga, termasuk satu pondok pesantren.
Ke depan, jumlah armada air bersih akan ditambah dan distribusi diperluas ke desa-desa yang belum terjangkau. Relawan juga membagikan tikar dan kasur Palembang, serta menyalurkan air minum siap konsumsi ke Dusun Gang Glugur, wilayah yang sebelumnya belum menerima bantuan.
"Bantuan air bersih menjadi sangat krusial karena pascabencana, sebagian warga terpaksa menggunakan air hujan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari," terangnya.
Di tengah tugas kemanusiaan, relawan juga menghadapi situasi darurat yang menuntut respons cepat dan empati. Anissa Chandradiva Claresta, relawan Pertamina Peduli di Aceh Tamiang yang sehari-hari bertugas di Patra Jasa, menceritakan pengalamannya saat membantu mengevakuasi seorang pengungsi yang mengalami serangan jantung.
Dalam kondisi jalan macet dan situasi penuh tekanan, Anissa berusaha menenangkan pasien dengan memeluk dan memberikan penguatan hingga bantuan medis tiba.
"Syukur alhamdulillah, ibunya tertolong dan selamat," ungkap Anissa.
Kehadiran relawan Pertamina Peduli mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengaku sangat terbantu, terutama dengan layanan kesehatan yang diberikan langsung ke permukiman.
"Warga sebenarnya siap berjalan jauh ke posko medis, tapi justru tim relawan Pertamina Peduli yang mendatangi mereka. Bahkan saat relawan beristirahat di pinggir jalan, kendaraan Pertamina sering dihampiri warga yang membutuhkan bantuan," ujar Risky Rahmansyah, pekerja PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju sekaligus Komandan Posko Relawan Pertamina di Sibolga.
Selain bantuan fisik, relawan Pertamina Peduli juga menghadirkan program trauma healing, khususnya bagi anak-anak, untuk memulihkan kondisi psikologis dan menumbuhkan semangat bangkit pascabencana.
Kehadiran relawan menjadi wujud nyata kepedulian keluarga besar BUMN Peduli dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan meringankan beban masyarakat terdampak.
Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Komitmen ini sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasinya.*